14 December 2009

Kita Semua Pernah Kecewa

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 13:56
Mau adil atau ga, itulah hidup... Ga adil buat kita, mungkin justru adil buat orang lain..."
Yah, kira-kira seperti itu yang saya tulis di status fesbuk saya. Lagi-lagi sebuah kekecewaan yang semakin menambah perbendaharaan rintangan hidup yang harus (dan harus bisa) saya hadapi. Tapi saya juga sudah janji sama diri saya sendiri, saya ga akan berkeluh kesah... TIDAK AKAN. Karena sejujurnya, saya dulunya memang bukan orang seperti itu. Dan saya ingin mengembalikan jati diri saya tersebut.

Kali ini saya justru ingin bercerita tentang kekecewaan dan mungkin rasa ketidakadilan yang juga dialami oleh salah seorang teman saya. Kekecewaan yang sama seperti yang saya rasakan, hanya saja dengan porsi yang berbeda.

Kekecewaan yang dialami oleh teman saya ini jauh lebih besar...

Saya agak susah menceritakan gimana kejadian yang sebenernya. Tapi mungkin sepenggal obrolan saya dengan teman saya ini bisa menggambarkan dengan jelas kekecewaan yang saya maksud...

Teman : Is, ternyata bener kata Nuna, si A dan si B lulus tes...

Saya : Jadi emang bener...?

Teman : Iya... Mereka ikut tes di daerah Z, disana peminatnya memang sedikit...

Saya : Yah... jujur aja ya, Nin... ini cuma bukan masalah peminat...

Teman : Iya, ku juga tau...

Saya : Ku ga bermaksud apa-apa, harusnya kita memang seneng mereka lulus, tapi kok kayanya gimana ya... ga adil aja gitu...

Teman : Itu dia... Aku yang kemarin mati-matian bantuin si A, tapi kenapa justru aku kok ga berhasil, malah dia yang lulus...

Saya : Mereka berdua kayanya terlalu dikasih kemudahan sama hidup...

Teman : Ini bener-bener ga adil, Is...

Yah, saya tau kekecewaan yang dirasakan oleh teman saya ini. Saya sudah liat bagaimana dulu dia bela-belain nemenin si A ngurus semua urusan dia sampai akhirnya si A lulus kuliah. Saya ngerasa orang yang pada akhirnya paling pantas memperoleh imbalan hidup adalah teman saya ini. Dia termasuk perempuan yang rajin shalat, ga macem-macem, pekerja keras, dan sabar luar biasa... Sudah seharusnya dia yang pada akhirnya berhasil mencapai apa yang dia cita-citakan.

Tapi ternyata tidak... dan dia merasakan kekecewaan yang teramat besar tehadap hidup... dan Tuhan. Itu yang sempat dia katakan kemarin, dia merasa dikecewakan oleh Tuhan karena diperlakukan tidak adil. Aduh... saya jadi ngeri dengernya.

Tapi saya tau kok gimana karakter teman saya ini. Mungkin untuk beberapa hari dia akan memprotes Tuhan atas ketidakadilan yang dia alami, tapi hari-hari berikutnya dia pasti akan bangkit lagi dan kembali menyayangi Tuhan.

Meskipun begitu tetap saja ada banyak hal yang perlu direnungkan kembali kalau ternyata tiba-tiba aja kita ngerasa Tuhan mulai "bersikap" tidak adil pada kita. Salah satunya adalah renungan yang sudah ditulis Mba Fanny di blognya :

Memang ada saat-saat dimana kita lebih mudah protes dan menyalahkan Tuhan daripada bersyukur untuk kejadian yang tidak kita inginkan. Terkadang kita tak menyadari bahwa Tuhan sedang memakai hidup kita untuk memberkati orang lain, melalui cara yang tidak kita pahami.

NOTE : BERSYUKURLAH UNTUK SEMUA KEJADIAN KARENA MUNGKIN SAJA TUHAN SEDANG BEKERJA DIBALIK SEMUA ITU.
Mudah-mudahan aja teman saya ini ga sampai begitu jauh terpuruk dalam kekecewaannya, karena rasa kecewa yang dia alami pasti juga pernah dialami oleh orang lain, dan juga saya...

6 ocehan mereka:

secangkir teh dan sekerat roti on 14 December 2009 at 15:38 said...

positif thingking..

anindyarahadi on 15 December 2009 at 10:25 said...

ngingetin saya sama postingannya mbak fanny soal kakek yang kacamatanya gak sengaja disumbangin itu..

de asmara on 15 December 2009 at 12:47 said...

isna dear, tolong bilang ke teman kamu yg baik itu:
Always remember, that God only makes happy endings. So if it’s not happy, then it is not yet the end.

ibu saya dulu protes sama Tuhan saat anak pertamanya kanker otak dan lumpuh di usia setahun. dia belum mengerti hikmahnya SAAT ITU. setelah berbelas2 tahun kemudian, dia baru mengerti dan justru 'sangat bersyukur' dg keputusan Tuhan atas sakit anaknya.

terlalu panjang kalo saya ceritakan apa alasan beliau akhirnya bersyukur. intinya, hikmah buat kamu mungkin belum bisa kamu ketahui hari ini, krn pengetahuan manusia itu pendek sangat. sementara rencana Tuhan itu sudah begitu rapi sampai hari akhir :)

Lirik Lagu Indonesia on 15 December 2009 at 15:55 said...

Semoga Sukses Segala Kinerjanya


Salam Sastra

Kumpulan Puisi Acep Zamzam Noor, Artikel Budaya, Artikel Sastra, Artikel Sosial,

Artikel Seni, Lukisan Acep Zamzam Noor dapat di update pada Blog

http://acepzamzamnoor.blogspot.com

Selamat Berapresiasi
----------------------------


Salam Sastra

Kumpulan puisi, Kumpulan Cerpen, Artikel Bebas, Gita Lirik, Otodidak Computer

silakan kunjungi di http://kobongsastracipasung.blogspot.com

Selamat Berapresiasi
------------------------

Salam musik Indonesia

band ternama, directory pop, lirik pop, lagu pop, pop lyric, free pop lyric, lirik

pop gratis, kumpulan lirik pop, lirik pop melayu, tembang pop lengkap ada di

http://popindonesia.co.cc

Selamat Bersenandung Ria
------------------------------

Salam Dangdut

goyang dangdut, directory dangdut, lirik dangdut, jago dangdut, dangdut lyric, free

dangdut lyric, lirik dangdut koplo, direktori lirik dangdut, hot dangdut lengkap

bisa dikunjungi di http://goyangdangdut.co.cc

Terima kasih

Salam Dangdut

jonli rahmad koto on 16 December 2009 at 23:49 said...

BERSYUKURLAH UNTUK SEMUA KEJADIAN KARENA MUNGKIN SAJA TUHAN SEDANG BEKERJA DIBALIK SEMUA ITU.

pernah juga agak sedikit bertanya kenapa?
tapi itu terjawab ketika berlalunya waktu..
nice post isna

Lisha Boneth on 18 December 2009 at 09:26 said...

huaaa.... saiii... ternyata beneraaannn...

kecewa itu milik semua orang..
aarrgghhh...

tapi memang hidup harus disyukuri..
mudah2an masih ada kesempatan untuk kita, yah?? hehehe

keep try darlingggg...

Post a Comment

Makasih banget deh udah nyempat-nyempatin baca... lebih makasih lagi kalau ditambah komennya...

14 December 2009

Kita Semua Pernah Kecewa

Posted by Si_Isna at 13:56
Mau adil atau ga, itulah hidup... Ga adil buat kita, mungkin justru adil buat orang lain..."
Yah, kira-kira seperti itu yang saya tulis di status fesbuk saya. Lagi-lagi sebuah kekecewaan yang semakin menambah perbendaharaan rintangan hidup yang harus (dan harus bisa) saya hadapi. Tapi saya juga sudah janji sama diri saya sendiri, saya ga akan berkeluh kesah... TIDAK AKAN. Karena sejujurnya, saya dulunya memang bukan orang seperti itu. Dan saya ingin mengembalikan jati diri saya tersebut.

Kali ini saya justru ingin bercerita tentang kekecewaan dan mungkin rasa ketidakadilan yang juga dialami oleh salah seorang teman saya. Kekecewaan yang sama seperti yang saya rasakan, hanya saja dengan porsi yang berbeda.

Kekecewaan yang dialami oleh teman saya ini jauh lebih besar...

Saya agak susah menceritakan gimana kejadian yang sebenernya. Tapi mungkin sepenggal obrolan saya dengan teman saya ini bisa menggambarkan dengan jelas kekecewaan yang saya maksud...

Teman : Is, ternyata bener kata Nuna, si A dan si B lulus tes...

Saya : Jadi emang bener...?

Teman : Iya... Mereka ikut tes di daerah Z, disana peminatnya memang sedikit...

Saya : Yah... jujur aja ya, Nin... ini cuma bukan masalah peminat...

Teman : Iya, ku juga tau...

Saya : Ku ga bermaksud apa-apa, harusnya kita memang seneng mereka lulus, tapi kok kayanya gimana ya... ga adil aja gitu...

Teman : Itu dia... Aku yang kemarin mati-matian bantuin si A, tapi kenapa justru aku kok ga berhasil, malah dia yang lulus...

Saya : Mereka berdua kayanya terlalu dikasih kemudahan sama hidup...

Teman : Ini bener-bener ga adil, Is...

Yah, saya tau kekecewaan yang dirasakan oleh teman saya ini. Saya sudah liat bagaimana dulu dia bela-belain nemenin si A ngurus semua urusan dia sampai akhirnya si A lulus kuliah. Saya ngerasa orang yang pada akhirnya paling pantas memperoleh imbalan hidup adalah teman saya ini. Dia termasuk perempuan yang rajin shalat, ga macem-macem, pekerja keras, dan sabar luar biasa... Sudah seharusnya dia yang pada akhirnya berhasil mencapai apa yang dia cita-citakan.

Tapi ternyata tidak... dan dia merasakan kekecewaan yang teramat besar tehadap hidup... dan Tuhan. Itu yang sempat dia katakan kemarin, dia merasa dikecewakan oleh Tuhan karena diperlakukan tidak adil. Aduh... saya jadi ngeri dengernya.

Tapi saya tau kok gimana karakter teman saya ini. Mungkin untuk beberapa hari dia akan memprotes Tuhan atas ketidakadilan yang dia alami, tapi hari-hari berikutnya dia pasti akan bangkit lagi dan kembali menyayangi Tuhan.

Meskipun begitu tetap saja ada banyak hal yang perlu direnungkan kembali kalau ternyata tiba-tiba aja kita ngerasa Tuhan mulai "bersikap" tidak adil pada kita. Salah satunya adalah renungan yang sudah ditulis Mba Fanny di blognya :

Memang ada saat-saat dimana kita lebih mudah protes dan menyalahkan Tuhan daripada bersyukur untuk kejadian yang tidak kita inginkan. Terkadang kita tak menyadari bahwa Tuhan sedang memakai hidup kita untuk memberkati orang lain, melalui cara yang tidak kita pahami.

NOTE : BERSYUKURLAH UNTUK SEMUA KEJADIAN KARENA MUNGKIN SAJA TUHAN SEDANG BEKERJA DIBALIK SEMUA ITU.
Mudah-mudahan aja teman saya ini ga sampai begitu jauh terpuruk dalam kekecewaannya, karena rasa kecewa yang dia alami pasti juga pernah dialami oleh orang lain, dan juga saya...

6 comments on "Kita Semua Pernah Kecewa"

secangkir teh dan sekerat roti on 14 December 2009 at 15:38 said...

positif thingking..

anindyarahadi on 15 December 2009 at 10:25 said...

ngingetin saya sama postingannya mbak fanny soal kakek yang kacamatanya gak sengaja disumbangin itu..

de asmara on 15 December 2009 at 12:47 said...

isna dear, tolong bilang ke teman kamu yg baik itu:
Always remember, that God only makes happy endings. So if it’s not happy, then it is not yet the end.

ibu saya dulu protes sama Tuhan saat anak pertamanya kanker otak dan lumpuh di usia setahun. dia belum mengerti hikmahnya SAAT ITU. setelah berbelas2 tahun kemudian, dia baru mengerti dan justru 'sangat bersyukur' dg keputusan Tuhan atas sakit anaknya.

terlalu panjang kalo saya ceritakan apa alasan beliau akhirnya bersyukur. intinya, hikmah buat kamu mungkin belum bisa kamu ketahui hari ini, krn pengetahuan manusia itu pendek sangat. sementara rencana Tuhan itu sudah begitu rapi sampai hari akhir :)

Lirik Lagu Indonesia on 15 December 2009 at 15:55 said...

Semoga Sukses Segala Kinerjanya


Salam Sastra

Kumpulan Puisi Acep Zamzam Noor, Artikel Budaya, Artikel Sastra, Artikel Sosial,

Artikel Seni, Lukisan Acep Zamzam Noor dapat di update pada Blog

http://acepzamzamnoor.blogspot.com

Selamat Berapresiasi
----------------------------


Salam Sastra

Kumpulan puisi, Kumpulan Cerpen, Artikel Bebas, Gita Lirik, Otodidak Computer

silakan kunjungi di http://kobongsastracipasung.blogspot.com

Selamat Berapresiasi
------------------------

Salam musik Indonesia

band ternama, directory pop, lirik pop, lagu pop, pop lyric, free pop lyric, lirik

pop gratis, kumpulan lirik pop, lirik pop melayu, tembang pop lengkap ada di

http://popindonesia.co.cc

Selamat Bersenandung Ria
------------------------------

Salam Dangdut

goyang dangdut, directory dangdut, lirik dangdut, jago dangdut, dangdut lyric, free

dangdut lyric, lirik dangdut koplo, direktori lirik dangdut, hot dangdut lengkap

bisa dikunjungi di http://goyangdangdut.co.cc

Terima kasih

Salam Dangdut

jonli rahmad koto on 16 December 2009 at 23:49 said...

BERSYUKURLAH UNTUK SEMUA KEJADIAN KARENA MUNGKIN SAJA TUHAN SEDANG BEKERJA DIBALIK SEMUA ITU.

pernah juga agak sedikit bertanya kenapa?
tapi itu terjawab ketika berlalunya waktu..
nice post isna

Lisha Boneth on 18 December 2009 at 09:26 said...

huaaa.... saiii... ternyata beneraaannn...

kecewa itu milik semua orang..
aarrgghhh...

tapi memang hidup harus disyukuri..
mudah2an masih ada kesempatan untuk kita, yah?? hehehe

keep try darlingggg...

Post a Comment

Makasih banget deh udah nyempat-nyempatin baca... lebih makasih lagi kalau ditambah komennya...

My Blog List (testing what a long title looks like)

 
Blog Design by Template-Mama.