28 December 2009

Ayah

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 12:58
Saya membacanya di sebuah blog, dan ingin saya bagikan lagi kepada kalian yang membacanya...

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya,
tatkala tanpa sengaja dia melihat
Ayahnya sedang mengusap wajahnya
yang mulai berkerut-merut
dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk,
disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa,
tetapi dia tetap saja penasaran,
mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan
menjadi berkerut-merut
dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk ?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi.
Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar
suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.
Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu
ternyata suatu rangkaian kalimat
sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki,
aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga
serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga,
dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya,
agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot
untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya
dan kegagahannya harus cukup kuat pula
untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha
mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri
yang halal dan bersih,
agar keluarganya tidak terlantar,
walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."

"Ku-berikan keperkasaan dan mental baja
yang akan membuat dirinya pantang menyerah,
demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari,
demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan
karena tersiram hujan dan dihembus angin,
dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya,
dan yang selalu dia ingat,
adalah disaat semua orang menanti kedatangannya
dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan
yang akan membuat dirinya selalu berusaha
merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah,
walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih
untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya,
di dalam kondisi dan situasi apapun juga,
walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya,
melukai hatinya.
Padahal perasaannya itu pula
yang telah memberikan perlindungan rasa aman
pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.
Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan
bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya
agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya
untuk memberikan pengertian dan kesadaran
terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,
walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya
untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan,
bahwa Isteri yang baik
adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya,
Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani,
dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji
setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri,
agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi
serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti,
bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya
untuk mencari dan menemukan cara
agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah
dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan
bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab
terhadap seluruh keluarganya
senantiasa berusaha mencurahkan
sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya
demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh
sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga,
agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki
oleh Laki-laki,
walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini
adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terbangun anak wanita itu,
dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan shalat malam
hingga menjelang subuh.
Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdzikir,
ketika Ayahnya berdiri
anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."


8 ocehan mereka:

Kabasaran Soultan on 28 December 2009 at 15:58 said...

nice poem ...

LELAKIKU


Lelakiku adalah orang yang sorot matanya paling tajam sedunia
Lelakiku adalah orang yang bentuk tubuhnya paling atletis sedunia
Lelakiku adalah orang yang warna suaranya paling indah sedunia
Lelakiku adalah orang yang tutur katanya paling bijak sedunia
Lelakiku adalah orang yang bau keringatnya paling wangi sedunia
Lelakiku adalah orang yang desah nafasnya paling menentramkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang pelukannya paling menghangatkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang bidang dadanya bantal paling empuk sedunia
Lelakiku adalah orang yang genggam jemarinya paling mengasyikkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang pundaknya tempat bergantung paling aman sedunia
Lelakiku adalah orang yang ciumannya paling sensasional sedunia
Lelakiku adalah orang yang senyumannya paling menggetarkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang cintanya paling tulus sedunia
Lelakiku adalah orang yang kasihnya paling ikhlas sedunia
Lelakiku adalah orang yang semangatnya baja terkeras sedunia
Lelakiku adalah orang yang memanggul dunia dibahunya
Lelakiku adalah orang yang meletakkan dunia digenggamanku
Lelakiku adalah orang yang selalu kurindu
Lelakiku adalah orang yang selalu hadir dihatiku
Lelakiku adalah orang yang paling aku idolakan
Lelakiku adalah Ayah
Super heroku


Ayah ……
Diantara rindang pohon bambu dan kembang kamboja
Kehadiranmu makin nyata kurasa
Terima kasih untuk sgala cinta kasih
Yang selalu kau hidupkan didada

Seti@wan Dirgant@Ra on 28 December 2009 at 16:38 said...

Sedalam laut, seluas langit

cinta selalu tak bisa diukur

begitulah ayah mengurai waktu

meneteskan keringat dan rindunya

untukku...

Sayang Ayah Keburu dipanggil Sang Khaliq...

Edo Belva on 28 December 2009 at 18:41 said...

aaaahhh...keren bgt..

padahal aku juga mau bikin posting tentang ayah yg keren, eh udah keduluan,

anyin on 29 December 2009 at 00:35 said...

lagi sensitif sama kata 'ayah' hehe

Bintang on 29 December 2009 at 03:53 said...

bagus banget postingannya...jadi kangen sama papahku..

buwel on 29 December 2009 at 04:04 said...

ManTab AYAHnya...

buwel on 29 December 2009 at 04:10 said...

Oiya maaf linknya baru di pajang di new(updetan blog)....

Noor's blog on 29 December 2009 at 18:06 said...

Sungguh membuat para ayah bangga membaca postinganmu mba...

Post a Comment

Makasih banget deh udah nyempat-nyempatin baca... lebih makasih lagi kalau ditambah komennya...

28 December 2009

Ayah

Posted by Si_Isna at 12:58
Saya membacanya di sebuah blog, dan ingin saya bagikan lagi kepada kalian yang membacanya...

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya,
tatkala tanpa sengaja dia melihat
Ayahnya sedang mengusap wajahnya
yang mulai berkerut-merut
dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk,
disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa,
tetapi dia tetap saja penasaran,
mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan
menjadi berkerut-merut
dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk ?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi.
Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar
suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.
Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu
ternyata suatu rangkaian kalimat
sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki,
aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga
serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga,
dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya,
agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot
untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya
dan kegagahannya harus cukup kuat pula
untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha
mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri
yang halal dan bersih,
agar keluarganya tidak terlantar,
walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."

"Ku-berikan keperkasaan dan mental baja
yang akan membuat dirinya pantang menyerah,
demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari,
demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan
karena tersiram hujan dan dihembus angin,
dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya,
dan yang selalu dia ingat,
adalah disaat semua orang menanti kedatangannya
dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan
yang akan membuat dirinya selalu berusaha
merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah,
walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih
untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya,
di dalam kondisi dan situasi apapun juga,
walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya,
melukai hatinya.
Padahal perasaannya itu pula
yang telah memberikan perlindungan rasa aman
pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.
Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan
bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya
agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya
untuk memberikan pengertian dan kesadaran
terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,
walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya
untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan,
bahwa Isteri yang baik
adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya,
Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani,
dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji
setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri,
agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi
serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti,
bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya
untuk mencari dan menemukan cara
agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah
dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan
bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab
terhadap seluruh keluarganya
senantiasa berusaha mencurahkan
sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya
demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh
sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga,
agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki
oleh Laki-laki,
walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini
adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terbangun anak wanita itu,
dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan shalat malam
hingga menjelang subuh.
Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdzikir,
ketika Ayahnya berdiri
anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."


8 comments on "Ayah"

Kabasaran Soultan on 28 December 2009 at 15:58 said...

nice poem ...

LELAKIKU


Lelakiku adalah orang yang sorot matanya paling tajam sedunia
Lelakiku adalah orang yang bentuk tubuhnya paling atletis sedunia
Lelakiku adalah orang yang warna suaranya paling indah sedunia
Lelakiku adalah orang yang tutur katanya paling bijak sedunia
Lelakiku adalah orang yang bau keringatnya paling wangi sedunia
Lelakiku adalah orang yang desah nafasnya paling menentramkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang pelukannya paling menghangatkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang bidang dadanya bantal paling empuk sedunia
Lelakiku adalah orang yang genggam jemarinya paling mengasyikkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang pundaknya tempat bergantung paling aman sedunia
Lelakiku adalah orang yang ciumannya paling sensasional sedunia
Lelakiku adalah orang yang senyumannya paling menggetarkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang cintanya paling tulus sedunia
Lelakiku adalah orang yang kasihnya paling ikhlas sedunia
Lelakiku adalah orang yang semangatnya baja terkeras sedunia
Lelakiku adalah orang yang memanggul dunia dibahunya
Lelakiku adalah orang yang meletakkan dunia digenggamanku
Lelakiku adalah orang yang selalu kurindu
Lelakiku adalah orang yang selalu hadir dihatiku
Lelakiku adalah orang yang paling aku idolakan
Lelakiku adalah Ayah
Super heroku


Ayah ……
Diantara rindang pohon bambu dan kembang kamboja
Kehadiranmu makin nyata kurasa
Terima kasih untuk sgala cinta kasih
Yang selalu kau hidupkan didada

Seti@wan Dirgant@Ra on 28 December 2009 at 16:38 said...

Sedalam laut, seluas langit

cinta selalu tak bisa diukur

begitulah ayah mengurai waktu

meneteskan keringat dan rindunya

untukku...

Sayang Ayah Keburu dipanggil Sang Khaliq...

Edo Belva on 28 December 2009 at 18:41 said...

aaaahhh...keren bgt..

padahal aku juga mau bikin posting tentang ayah yg keren, eh udah keduluan,

anyin on 29 December 2009 at 00:35 said...

lagi sensitif sama kata 'ayah' hehe

Bintang on 29 December 2009 at 03:53 said...

bagus banget postingannya...jadi kangen sama papahku..

buwel on 29 December 2009 at 04:04 said...

ManTab AYAHnya...

buwel on 29 December 2009 at 04:10 said...

Oiya maaf linknya baru di pajang di new(updetan blog)....

Noor's blog on 29 December 2009 at 18:06 said...

Sungguh membuat para ayah bangga membaca postinganmu mba...

Post a Comment

Makasih banget deh udah nyempat-nyempatin baca... lebih makasih lagi kalau ditambah komennya...

My Blog List (testing what a long title looks like)

 
Blog Design by Template-Mama.