1 October 2009

Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 09:58 0 ocehan mereka
Pernah merasa seperti sudah melakukan hal yang benar tapi ternyata everything was totally wrong? Saya pernah. Dan itu benar-benar berdampak besar dalam hidup saya. Everything was totally changing since then. Tapi memang semuanya selalu berubah kan? Atau mungkin... sebenernya ga ada yang berubah. Mungkin yang terjadi hanyalah semuanya ga berjalan seperti yang saya kira, atau paling ga, yang saya inginkan. Wrong step at the beginning, and everything has totally changed. Ironically, it becomes the deepest regret of mine. I lose everything when I thought I have given the best of me.

Saya jadi ingat kata-kata Dumbledore : "Konsekuensi tindakan kita selalu begitu rumit, begitu beragam, sehingga meramalkan masa depan sungguh sangat sulit..." (Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, hal. 523). Jadi saya rasa sudah cukup jelas, kita ga bisa menebak apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semua yang sudah direncanakan, semua yang kita harapkan bisa terjadi, probably doesn't run exactly as it goes. Tapi satu hal yang pasti, apapun yang terjadi, semuanya harus bisa kita terima sebagai sebuah konsekuensi atas pilihan kita. Seperti juga konsekuensi yang dengan besar hati saya terima... karena saya memilih jalan yang menurut saya benar... I have lost the most priceless gift in my life.

Friendship

And do you know how it feels like?

Sakit...

Dan itu semua hanya karena sebuah utang budi. Kebaikan orang ini sempat membutakan saya... mengira kalau dialah the trully friend of mine. Saya melepaskan sahabat-sahabat saya hanya untuk menjaga perasaan dia. Hingga pada akhirnya saya sadar kalau saay cuma diperalat. Utang budi yang pernah dia beri ke saya dijadikan tameng untuk bisa mengikat saya, membuat saya merasa seperti diperbudak, dan akhirnya terkucilkan dari sahabat-sahabat saya sendiri. Ironisnya, dia sebenernya ga pantas untuk dibela sama sekali. Setahun bersahabat dengan dia, saya ga pernah liat dia mau bersikap seperti seorang sahabat... justru lebih seperti seorang atasan ke bawahannya. Apa seperti itu sikap seorang sahabat?

Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk menjauh dari dia, tapi saya juga sudah begitu jauh ditinggalkan oleh sahabat-sahabat saya... mereka yang mungkin menyesali sikap saya yang lebih memilih orang yang sebenarnya ga pantas untuk dibela.

Saya juga menyesalinya... tapi apa itu ada artinya? Semua sudah terjadi. Dan saya mendapat hukuman atas kejahatan saya terhadap sahabat-sahabat saya... being alone.

Catatan ini bukan cuma sekedar curahan hati saya... tapi juga sebagai pengingat... betapa besar harga yag harus dipertaruhkan dalam membuat sebuah keputusan.

16 August 2009

Bengong....

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 19:04 4 ocehan mereka
Mmmmm....
Tuk... tuk... tuk...
Whing... whiiiinggg....
Hmmhmhmmmm....
Hufhhhh...

13 August 2009

Memilih Jurusan Kuliah Yang Tepat

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 10:51 2 ocehan mereka
Confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos

Bingung memilih jurusan yang tepat? Pertanyaan ini mungkin kedengarannya klise dan selalu muncul setiap tahun sebelum tahun ajaran baru dimulai. Apalagi buat para calon mahasiswa.

Meskipun sekarang era informasi dengan akses yang terbuka sangat lebar, terutama dari dunia maya, bukan berarti setiap calon mahasiswa mampu menentukan pilihan yang tepat. Ada yang akhirnya memilih jurusan cuma karena jurusan tersebut lagi populer atau karena bingung dengan sekian banyak pilihan yang tersedia. Iroisnya, sampai saat sekarang ini masih banyak ditemui mahasiswa yang memilih jurusan dengan terpaksa akibat suruhan atau obsesi orang tuanya. Kalau hal ini yang terjadi, apakah hasil akhirnya akan memuaskan?

Bimibingan dan arahan tetaplah diperlukan, namun bukan sebuah suruhan yang tidak bisa ditampik oleh calon mahasiswa. Hal ini bisa dimulai dengan mengenali beragam profesi yang dapat digeluti dan porspektif di masa depan.

Ada banyak profesi yang menjanjikan namun dulunya cuma dilirik sebagian orang. Sekolah di bidang pariwisata, mislanya yang memiliki beberapa pilihanstudi seperti bagian chef,pastry, manajemen, dan lain-laon. Tidak sedikit diantaranya yang akhirnya menapaki karier di mancanegara dan sukses.

Atau, siapa yang mengira jika ilmu komunikasi akan sepopuler sekarang jika dibandingkan sepuluh tahun lalu? Dari bidang studi ini ada beberapa profesi yang bisa digeluti, mulai menjadi praktisi media massa, mendalami studi media untuk menjadi peneliti, atau bekerja di bagian kreatif seperti periklanan. Industri-industri ini pun akan terus dibutuhkan, yang berarti membutuhkan sumber daya manusia yang baru setiap eranya.

Yang penting adalah minat calon mahasiswa yang besar terhadap suatu bidang studi. Karena apapun yang akan dipilih, itulah yang akan mengantarnya pada keberhasilan. Mengetahui minat itulah yang menjadi prioritas para calon mahasiswa. Kalau masih bingung juga dengan minat yang dimiliki, mungkin bisa ditilik dari nilai-nilai akademis, hobi, maupun obsesi calon mahasiswa.

Jika sudah membuat keputusan, Para calon mahasiswa bisa mencoba menyusun renacana di tahun-tahun mendatang setelah lulus dengan bidang studi yang telah dipilih. Dari sini bisa dilihat apakah mereka telah paham dengan baik bidang studi tersebut, memiliki perencanaan matang atau tidak, atau sekadar memilih dengan buta arah.

Referensi : Kompas

11 August 2009

Yang Tertinggi

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 10:47 1 ocehan mereka
"Orang yang mendaki paling tinggi adalah orang yang membantu orang lain naik ke atas" (George Matthew Adams)

"Di tempat kami berada udara dingin sekali. sehingga lilin membeku dan kami tidak bisa meniupnya untuk memadamkan nyalanya," kata seorang pria kepada pria lainnya.
"Itu belum apa-apa," jawab pria satunya. "Di tempat kami tiap kata-kata keluar dari mulut dalam kepingan-kepingan es kecil, dan kami harus menggorengnya terlebih dulu supaya bisa mellihat apa yang kami bicarakan." (majalah Courier Journal).

Obrolan di atas tentulah banyolan belaka. Tapi, intinya, pria yang satu tidak mau kalah dibanding pria lainnya. Dan, pada kenyataannya, manusia pada umumnya memang demikian.

Dalam hidup ini orang selalu ingin melebihi orang lainnya. Karena itulah orang yang sudah meraih gelar sarjana masih juga meneruskan pendidikannya hingga menyandang status master. Cukup? Ternyata belum. Pendidikannya diteruskan lagi hingga mencapai gelas doktor. Sementara puluhan anak di lingkungannya terpaksa putus sekolah sebelum sempat memegang ijazah karena orangtuanya hidup susah.

Karena itu pula orang tidak pernah merasa dirinya kaya, sebab selalu saja ada orang lain yang lebih kaya. Sayangnya, untuk menumpuk kekayaan orang tak jarang menghalalkan segala cara: membabat hutan dan bahkan berbisnis obat terlarang yang menyebabkan generasi muda tergelincir ke jurang kehancuran.

Keinginan untuk melebihi orang lain tersebut berlanjut pula pada sikap hidup keseharian. Orang yang sudah memiliki dua buah mobil, selalu saja ingin membeli mpbil baru yag ketiga. Jika tetangga sebelah memiliki jumlah yang sama, maka ia akan menambah satu lagi aga melebihinya. Jika tetangganya punya mobil baru, ia akan membeli yang lebih baru. Karena itulah setiap mobil produk terbaru diluncurkan ke pasar, selalu saja ada banyak pembelinya. Soalnya, orang membeli mobil tidak lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan, melainkan demi memenuhi keinginan melebihi orang lain.

Dalam soal ibadah pun tidak sedikit orang yang melakukannya tidak semata karena iman, tapi juga demi persaingan. Makanya tidak sedikit orang yang berulang kali naik haji, sementara tetangga di sebelah atau di belakang rumahnya kerap kehabisan nasi. Tidak sedikit oarang yang menggunakan sajadah atau mukena mewah, sementara banyak orang di sekellingnya berkeluh kesah dililit kesusahan.

Semua itu dilakukan orang demi ambisinya menjadi yang tertinggi, yang tak tersaingi. Padahal mana ada mobil baru, sebab selalu saja ada mobil produk terbaru. Mana ada orang yang bisa disebut paling banyak ibadahnya, sebab yang dihitung bukan banyak sedikitnya, melainkan seberapa tinggi tingkat keikhlasannya. Mana ada orang terkaya, sebab selalu saja ada orang lain yang lebih kaya dan kekayaan itu sendiri sifatnya sementara saja. Selain itu, kekayaan yang sebenarnya adalah seberapa banyak seseorang dapat memberi orang lain.

Karena itulah Henry Van Dyke mengingatkan: ada ambisi yang lebih luhur daripada hanya berdiri di ketinggian di dunia, yaitu membungkuk ke bawah dan mengangkat umat manusia sedikit lebih tinggi derajatnya.

Sumber: Media Kalimantan

10 August 2009

Insomnia VS Formula 20 Menit

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:25 0 ocehan mereka
This is the hardest day of my life... Tau apa alasannya...?
Dalam tiga hari ini sayah cuma tidur 5 jam. LIMA JAM..!! Dan sisanya sayah pake buat nyanyiin lagunya Craig David... feels like insomnia... uwoooo... feels like insomnia... uwoooo.... Btw, Craig David sekarang agak gedean gitu ya bodinya. Sayah jadi serem ngeliatnya. Ga ada kesan manis lagi. Lagu-lagunya juga mulai berkurang kualitasnya. Kira-kira kapan lagi ya Craig David bikin lagu semanis Hidden Agenda, atau Fill Me In, atau Walking Away, atau... Tunggu dulu, kita sebenarnya ngomongin apaan sey. Fokus, isna, fokus...

Oke... balik lagi ke tulisan... jadi kebayang kan gimana stress nya sayah. Dalam tiga hari itu paling ga sayah harus tidur antara 20-24 jam, tapi sayah cuma berhasil dapat lima jam, itupun ga berkualitas. What's wrong with me...?!!

Akhirnya sayah coba cari-cari info soal insomnia. Kali aja nemu gimana caranya ngusir penyakit yang bikin stess ini. Mungkin bisa bantu kalian yang juga ngalamin hal yang sama. Dan ternyata katanya Insomnia atau penyakit sulit tidur ini memang penyakit laten manusia modern. Penyebabnya banyak, mulai dari stres, gelisah, takut, atau pola makan yang kurang sehat. Cara tergampang yang biasa dipakai buat mengatasinya adalah mengkonsumsi obat tidur. Tapi yang satu ini bisa berbahaya, karena justru bisa bikin kecanduan.

Dari sekian banyak artikel yang sayah baca tentang tips mengusir insomnia, ternyata semuanya sama dan terkesan standar. Mulai dari saran minum segelas susu hangat sebelum tidur (ini sudah sayah coba, tapi yang ada sayah malah kebelet ke kamar mandi mulu...), mendengarkan musik (sayah malah tertarik ikutan nyanyi-nyanyi..hehehe...), sampai anjuran untuk melakukan hubungan seks terlebih dulu (how the hell I would do this...?! Get right...!!).

Tapi ternyata ada satu info terbaru yang berhasil sayah temukan. Salah satu tips terbaru yang layak dicoba adalah menggunakan formula 20 menit. Anjurannya seperti ini: kalau selama 20 menit kalian belum juga terlelap padahal sudah sangat ingin tidur, maka sebisanya kalian beranjak dari tempat tidur. Kenapa demikian? Karena, secara tidak sadar saat itu kalian sudah mengasosiasikan tempat tidur sebagai tempat yang tidak bisa membuat kalian tertidur. Jadi, ketika kalian berusaha untuk tidur, kalian malah semakin terperangkap dalam asosiasi bahwa kalian tidak akan bisa tidur.

Karena itu, cobalah mengambil jarak dengan pergi ke luar ruangan. Kalau bisa yang penerangannya minim, dan jangan melakukan aktifitas yang menstimulasi otak seperti surfing di internet, atau baca novel. Biarkan saja pikiran kalian istirahat. Lakukan selama 20 menit, terus kembali lagi ke tempat tidur. Biasanya, setelah itu kantuk akan menyerang lebih cepat. Kalau ternyata selama 20 menit si kantuk belum datang juga, lakukan kembali ritual tadi, sampai kalian benar-benar merasa mengantuk.

Jadi, selamat mencoba, dan selamat tidur...

1 October 2009

Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Posted by Si_Isna at 09:58 0 comments
Pernah merasa seperti sudah melakukan hal yang benar tapi ternyata everything was totally wrong? Saya pernah. Dan itu benar-benar berdampak besar dalam hidup saya. Everything was totally changing since then. Tapi memang semuanya selalu berubah kan? Atau mungkin... sebenernya ga ada yang berubah. Mungkin yang terjadi hanyalah semuanya ga berjalan seperti yang saya kira, atau paling ga, yang saya inginkan. Wrong step at the beginning, and everything has totally changed. Ironically, it becomes the deepest regret of mine. I lose everything when I thought I have given the best of me.

Saya jadi ingat kata-kata Dumbledore : "Konsekuensi tindakan kita selalu begitu rumit, begitu beragam, sehingga meramalkan masa depan sungguh sangat sulit..." (Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, hal. 523). Jadi saya rasa sudah cukup jelas, kita ga bisa menebak apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semua yang sudah direncanakan, semua yang kita harapkan bisa terjadi, probably doesn't run exactly as it goes. Tapi satu hal yang pasti, apapun yang terjadi, semuanya harus bisa kita terima sebagai sebuah konsekuensi atas pilihan kita. Seperti juga konsekuensi yang dengan besar hati saya terima... karena saya memilih jalan yang menurut saya benar... I have lost the most priceless gift in my life.

Friendship

And do you know how it feels like?

Sakit...

Dan itu semua hanya karena sebuah utang budi. Kebaikan orang ini sempat membutakan saya... mengira kalau dialah the trully friend of mine. Saya melepaskan sahabat-sahabat saya hanya untuk menjaga perasaan dia. Hingga pada akhirnya saya sadar kalau saay cuma diperalat. Utang budi yang pernah dia beri ke saya dijadikan tameng untuk bisa mengikat saya, membuat saya merasa seperti diperbudak, dan akhirnya terkucilkan dari sahabat-sahabat saya sendiri. Ironisnya, dia sebenernya ga pantas untuk dibela sama sekali. Setahun bersahabat dengan dia, saya ga pernah liat dia mau bersikap seperti seorang sahabat... justru lebih seperti seorang atasan ke bawahannya. Apa seperti itu sikap seorang sahabat?

Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk menjauh dari dia, tapi saya juga sudah begitu jauh ditinggalkan oleh sahabat-sahabat saya... mereka yang mungkin menyesali sikap saya yang lebih memilih orang yang sebenarnya ga pantas untuk dibela.

Saya juga menyesalinya... tapi apa itu ada artinya? Semua sudah terjadi. Dan saya mendapat hukuman atas kejahatan saya terhadap sahabat-sahabat saya... being alone.

Catatan ini bukan cuma sekedar curahan hati saya... tapi juga sebagai pengingat... betapa besar harga yag harus dipertaruhkan dalam membuat sebuah keputusan.

16 August 2009

Bengong....

Posted by Si_Isna at 19:04 4 comments
Mmmmm....
Tuk... tuk... tuk...
Whing... whiiiinggg....
Hmmhmhmmmm....
Hufhhhh...

13 August 2009

Memilih Jurusan Kuliah Yang Tepat

Posted by Si_Isna at 10:51 2 comments
Confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos

Bingung memilih jurusan yang tepat? Pertanyaan ini mungkin kedengarannya klise dan selalu muncul setiap tahun sebelum tahun ajaran baru dimulai. Apalagi buat para calon mahasiswa.

Meskipun sekarang era informasi dengan akses yang terbuka sangat lebar, terutama dari dunia maya, bukan berarti setiap calon mahasiswa mampu menentukan pilihan yang tepat. Ada yang akhirnya memilih jurusan cuma karena jurusan tersebut lagi populer atau karena bingung dengan sekian banyak pilihan yang tersedia. Iroisnya, sampai saat sekarang ini masih banyak ditemui mahasiswa yang memilih jurusan dengan terpaksa akibat suruhan atau obsesi orang tuanya. Kalau hal ini yang terjadi, apakah hasil akhirnya akan memuaskan?

Bimibingan dan arahan tetaplah diperlukan, namun bukan sebuah suruhan yang tidak bisa ditampik oleh calon mahasiswa. Hal ini bisa dimulai dengan mengenali beragam profesi yang dapat digeluti dan porspektif di masa depan.

Ada banyak profesi yang menjanjikan namun dulunya cuma dilirik sebagian orang. Sekolah di bidang pariwisata, mislanya yang memiliki beberapa pilihanstudi seperti bagian chef,pastry, manajemen, dan lain-laon. Tidak sedikit diantaranya yang akhirnya menapaki karier di mancanegara dan sukses.

Atau, siapa yang mengira jika ilmu komunikasi akan sepopuler sekarang jika dibandingkan sepuluh tahun lalu? Dari bidang studi ini ada beberapa profesi yang bisa digeluti, mulai menjadi praktisi media massa, mendalami studi media untuk menjadi peneliti, atau bekerja di bagian kreatif seperti periklanan. Industri-industri ini pun akan terus dibutuhkan, yang berarti membutuhkan sumber daya manusia yang baru setiap eranya.

Yang penting adalah minat calon mahasiswa yang besar terhadap suatu bidang studi. Karena apapun yang akan dipilih, itulah yang akan mengantarnya pada keberhasilan. Mengetahui minat itulah yang menjadi prioritas para calon mahasiswa. Kalau masih bingung juga dengan minat yang dimiliki, mungkin bisa ditilik dari nilai-nilai akademis, hobi, maupun obsesi calon mahasiswa.

Jika sudah membuat keputusan, Para calon mahasiswa bisa mencoba menyusun renacana di tahun-tahun mendatang setelah lulus dengan bidang studi yang telah dipilih. Dari sini bisa dilihat apakah mereka telah paham dengan baik bidang studi tersebut, memiliki perencanaan matang atau tidak, atau sekadar memilih dengan buta arah.

Referensi : Kompas

11 August 2009

Yang Tertinggi

Posted by Si_Isna at 10:47 1 comments
"Orang yang mendaki paling tinggi adalah orang yang membantu orang lain naik ke atas" (George Matthew Adams)

"Di tempat kami berada udara dingin sekali. sehingga lilin membeku dan kami tidak bisa meniupnya untuk memadamkan nyalanya," kata seorang pria kepada pria lainnya.
"Itu belum apa-apa," jawab pria satunya. "Di tempat kami tiap kata-kata keluar dari mulut dalam kepingan-kepingan es kecil, dan kami harus menggorengnya terlebih dulu supaya bisa mellihat apa yang kami bicarakan." (majalah Courier Journal).

Obrolan di atas tentulah banyolan belaka. Tapi, intinya, pria yang satu tidak mau kalah dibanding pria lainnya. Dan, pada kenyataannya, manusia pada umumnya memang demikian.

Dalam hidup ini orang selalu ingin melebihi orang lainnya. Karena itulah orang yang sudah meraih gelar sarjana masih juga meneruskan pendidikannya hingga menyandang status master. Cukup? Ternyata belum. Pendidikannya diteruskan lagi hingga mencapai gelas doktor. Sementara puluhan anak di lingkungannya terpaksa putus sekolah sebelum sempat memegang ijazah karena orangtuanya hidup susah.

Karena itu pula orang tidak pernah merasa dirinya kaya, sebab selalu saja ada orang lain yang lebih kaya. Sayangnya, untuk menumpuk kekayaan orang tak jarang menghalalkan segala cara: membabat hutan dan bahkan berbisnis obat terlarang yang menyebabkan generasi muda tergelincir ke jurang kehancuran.

Keinginan untuk melebihi orang lain tersebut berlanjut pula pada sikap hidup keseharian. Orang yang sudah memiliki dua buah mobil, selalu saja ingin membeli mpbil baru yag ketiga. Jika tetangga sebelah memiliki jumlah yang sama, maka ia akan menambah satu lagi aga melebihinya. Jika tetangganya punya mobil baru, ia akan membeli yang lebih baru. Karena itulah setiap mobil produk terbaru diluncurkan ke pasar, selalu saja ada banyak pembelinya. Soalnya, orang membeli mobil tidak lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan, melainkan demi memenuhi keinginan melebihi orang lain.

Dalam soal ibadah pun tidak sedikit orang yang melakukannya tidak semata karena iman, tapi juga demi persaingan. Makanya tidak sedikit orang yang berulang kali naik haji, sementara tetangga di sebelah atau di belakang rumahnya kerap kehabisan nasi. Tidak sedikit oarang yang menggunakan sajadah atau mukena mewah, sementara banyak orang di sekellingnya berkeluh kesah dililit kesusahan.

Semua itu dilakukan orang demi ambisinya menjadi yang tertinggi, yang tak tersaingi. Padahal mana ada mobil baru, sebab selalu saja ada mobil produk terbaru. Mana ada orang yang bisa disebut paling banyak ibadahnya, sebab yang dihitung bukan banyak sedikitnya, melainkan seberapa tinggi tingkat keikhlasannya. Mana ada orang terkaya, sebab selalu saja ada orang lain yang lebih kaya dan kekayaan itu sendiri sifatnya sementara saja. Selain itu, kekayaan yang sebenarnya adalah seberapa banyak seseorang dapat memberi orang lain.

Karena itulah Henry Van Dyke mengingatkan: ada ambisi yang lebih luhur daripada hanya berdiri di ketinggian di dunia, yaitu membungkuk ke bawah dan mengangkat umat manusia sedikit lebih tinggi derajatnya.

Sumber: Media Kalimantan

10 August 2009

Insomnia VS Formula 20 Menit

Posted by Si_Isna at 11:25 0 comments
This is the hardest day of my life... Tau apa alasannya...?
Dalam tiga hari ini sayah cuma tidur 5 jam. LIMA JAM..!! Dan sisanya sayah pake buat nyanyiin lagunya Craig David... feels like insomnia... uwoooo... feels like insomnia... uwoooo.... Btw, Craig David sekarang agak gedean gitu ya bodinya. Sayah jadi serem ngeliatnya. Ga ada kesan manis lagi. Lagu-lagunya juga mulai berkurang kualitasnya. Kira-kira kapan lagi ya Craig David bikin lagu semanis Hidden Agenda, atau Fill Me In, atau Walking Away, atau... Tunggu dulu, kita sebenarnya ngomongin apaan sey. Fokus, isna, fokus...

Oke... balik lagi ke tulisan... jadi kebayang kan gimana stress nya sayah. Dalam tiga hari itu paling ga sayah harus tidur antara 20-24 jam, tapi sayah cuma berhasil dapat lima jam, itupun ga berkualitas. What's wrong with me...?!!

Akhirnya sayah coba cari-cari info soal insomnia. Kali aja nemu gimana caranya ngusir penyakit yang bikin stess ini. Mungkin bisa bantu kalian yang juga ngalamin hal yang sama. Dan ternyata katanya Insomnia atau penyakit sulit tidur ini memang penyakit laten manusia modern. Penyebabnya banyak, mulai dari stres, gelisah, takut, atau pola makan yang kurang sehat. Cara tergampang yang biasa dipakai buat mengatasinya adalah mengkonsumsi obat tidur. Tapi yang satu ini bisa berbahaya, karena justru bisa bikin kecanduan.

Dari sekian banyak artikel yang sayah baca tentang tips mengusir insomnia, ternyata semuanya sama dan terkesan standar. Mulai dari saran minum segelas susu hangat sebelum tidur (ini sudah sayah coba, tapi yang ada sayah malah kebelet ke kamar mandi mulu...), mendengarkan musik (sayah malah tertarik ikutan nyanyi-nyanyi..hehehe...), sampai anjuran untuk melakukan hubungan seks terlebih dulu (how the hell I would do this...?! Get right...!!).

Tapi ternyata ada satu info terbaru yang berhasil sayah temukan. Salah satu tips terbaru yang layak dicoba adalah menggunakan formula 20 menit. Anjurannya seperti ini: kalau selama 20 menit kalian belum juga terlelap padahal sudah sangat ingin tidur, maka sebisanya kalian beranjak dari tempat tidur. Kenapa demikian? Karena, secara tidak sadar saat itu kalian sudah mengasosiasikan tempat tidur sebagai tempat yang tidak bisa membuat kalian tertidur. Jadi, ketika kalian berusaha untuk tidur, kalian malah semakin terperangkap dalam asosiasi bahwa kalian tidak akan bisa tidur.

Karena itu, cobalah mengambil jarak dengan pergi ke luar ruangan. Kalau bisa yang penerangannya minim, dan jangan melakukan aktifitas yang menstimulasi otak seperti surfing di internet, atau baca novel. Biarkan saja pikiran kalian istirahat. Lakukan selama 20 menit, terus kembali lagi ke tempat tidur. Biasanya, setelah itu kantuk akan menyerang lebih cepat. Kalau ternyata selama 20 menit si kantuk belum datang juga, lakukan kembali ritual tadi, sampai kalian benar-benar merasa mengantuk.

Jadi, selamat mencoba, dan selamat tidur...

My Blog List (testing what a long title looks like)

 
Blog Design by Template-Mama.