Showing posts with label Info-Infoan. Show all posts
Showing posts with label Info-Infoan. Show all posts

15 October 2009

Ini Nih Kalau Mau Jadi Penyiar Radio...

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 10:06 2 ocehan mereka
Kali ini saya mau bagi-bagi tips. Terutama buat kalian yang punya keinginan jadi penyiar radio. Bukan berarti saya menganggap saya ini udah jago banget loh ya dalam siaran. Saya cuma mau berbagi pengalaman aja, apa-apa aja sih yang harus kalian perhatikan untuk bisa jadi seorang penyiar.

Dan berdasarkan versi saya sendiri, ini dia nih hal-hal yang perlu kalian perhatikan...

1. Penguasaan Lagu

Banyak yang bilang modal dasar menjadi seorang penyiar adalah harus pintar ngomong. Tapi saya bilang, bukan itu. Yang paling penting adalah seberapa banyak pengetahuan kalian soal lagu, which means...

... untuk menjadi seorang penyiar, kalian setidaknya harus tau genre-genre musik. Tau kan yang saya maksud... jazz, R&B, soul, pop, dan semacamnya. Ini penting banget buat seorang penyiar, yah paling ga, untuk menghindari kesalahan format acara. Ga lucu dong kalau tiba-tiba aja kalian mutar lagu R&B di program jazz.

Menguasai lagu artinya kalian juga harus bisa mengklasifikasikan seorang penyanyi atau grup musik ke dalam genre musik yang mereka usung. Jangan sampai kalian meng-announce-kan Backstreet Boys itu sebagai penyanyi R&B. Itu sama aja dengan mempermalukan diri sendiri, saudara-saudara...

2. Wawasan Luas

Yang namanya penyiar pastinya selalu berhubungan dengan pemberian informasi. Dan sudah menjadi kodrat alam buat mereka untuk menjadi orang yang harus serba tau. Cara tergampang untuk tetap mengikuti plot ini adalah dengan banyak-banyak baca, apapun jenis bacaan tersebut.

3. Penguasaan Materi Siaran

Terkadang di salah satu program radio, kalian mungkin diminta untuk menyampaikan sebuah informasi kepada pendengar. Kalian mungkin berpikiran, "Ah... gampang... kan sudah ada script-nya. Tinggal baca aja, beres..."

Eits, jangan salah. Penyampaian sebuah informasi juga menentukan layak atau tidaknya kalian menjadi seorang penyiar. Meskipun script-nya udah tersedia, bukan berarti kalian tinggal baca gitu aja. Pendengar bakalan ilfil kalau dengerin penyiar yang kedengeran banget baca-nya. Mereka pasti berpikiran, "kalau gini sih, saya juga bisa baca sendiri..." Tuh kan...
Penyiar itu memberikan informasi, bukan membacakan informasi
Jadi, meskipun sebenernya kalian memang membacakan materi, setidaknya kalian bisa mengusahakan untuk menghilangkan kesan membca itu. Caranya?

Dengan menguasai materi tersebut. Sebelum siaran, kalian persiapkan materi yang akan kalian baca, pahami isinya, dan pada saat siaran kalian tinggal menceritakan kembali apa yang sudah kalian baca sebelumnya dengan masih berpatokan pada script yang ada. Dijamin deh, pendengar bakalan percaya 100% kalau kalian memang serba tau segalanya. Hihii...

4. Penguasaan Vokal

Kalau tiga di atas sudah bisa kalian pahami dan terapkan sebagai seorang penyiar, baru deh kalian bisa melatih vokal. Ga mesti harus punya suara yang merdu, atau ngebass, atau serak-serak becek, apalagi semriwing-semriwing gimanaa... gitu. Asal kalian bisa mengatur pitch control (nyolong kata-kata mba Trie Utami nih... hehee...) dan tempo suara, biar suara kalian cempreng kayak kaleng gombreng juga tetap bakalan enak kok didengernya. Caranya gimana?
  • suara ga perlu terlalu dibuat-buat biar kedengaran merdu, apa adanya aja...
  • bicara jangan terlalu cepat, takutnya apa yang disampaikan malah ga dimengerti...
  • ga perlu lah ngomong pake bahasa gaul kalau ga sesuai sama kepribadian kalian (apalagi kalau ga sesuai sama format acara...). Cukup pake bahasa obrolan kalian sehari-hari aja (tapi bukan berarti juga pake bahasa daerah loh ya... kecuali kalau memang ada format bahasa daerah... hehee...)
5. Mixing

Ini juga penting banget untuk menjadi seorang penyiar. Kalian setidaknya bisa (dalam istilah saya) mengendalikan mixer. Bukan mixer untuk mencampur adonan loh ya, tapi ini nih...


Pada saat vokal kalian naik (artinya saat kalian on air) usahakan musik background ga terlalu tinggi (ga lucu kan kalau suara kalian saingan sama backsound...) atau terlalu rendah (bakalan sepi banget kalau suara kalian aja yang kedengaran...). Disinilah insting kalian yang mengambil alih, apakah backsound sudah selaras dengan vokal kalian atau belum.

Penyusunan lagu yang bakalan diputar juga perlu diperhatikan, ga bisa sembarangan gitu aja, yah setidaknya harus disesuaikan dengan format acara. Ga mungkin kan pagi-pagi kalian mutar lagu yang bertempo pelan (bisa pada ngantuk lagi deh pendengarnya...) atau mutar lagu jejingkrakkan di siang bolong atau malam-malam (mau ditimpuk ma orang-orang karena udah ganggu ketenangan...?).

Tambahan lagi, hindari penyusunan lagu yang tidak sejenis. Hihii... bingung yah... Maksud saya, setelah memutar lagu yang bertempo cepat, usahakan untuk menghindari memutar lagu yang bertempo pelan (atau sebaliknya, dari yang pelan ke yang cepat). Ga enak banget didengarnya. Jadi kalian bisa coba mutar lagu yang bertempo medium dulu sebelum pindah ke lagu yang slow.

Kalau ternyata ga bisa juga...? anggaplah karena tuntutan request pendengar... Tenang aja, kalian bisa menyiasatinya kok. Caranya? Saat perpindahan lagu, kalian bisa selipkan jingle, iklan, atau kalian on air aja. Jadi pergantian lagu dari yang bertempo cepat ke pelan ga terlalu terasa.


Jadi, gampang ga sih menjadi seorang penyiar? Jawabannya, tidak. Tapi apakah syarat-syarat yang sudah saya kasih untuk kalian terlalu rumit buat dijalanin? Jawabannya juga tidak. Jadi, gampang-gampang susah gitu deh... hehee...

Yah, paling ga itu yang bisa saya bagi untuk kalian. Mungkin ada yang lebih jago dalam hal ini ketimbang saya dan menganggap apa yang saya tulis (atau ketik ya..?) kurang benar. Well, ini semua berdasarkan pendapat dan pengalaman saya sewaktu saya jadi penyiar radio. Kalau ada yang tau lebih banyak lagi, mari kita saling berbagi informasi, hehee...

13 August 2009

Memilih Jurusan Kuliah Yang Tepat

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 10:51 2 ocehan mereka
Confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos

Bingung memilih jurusan yang tepat? Pertanyaan ini mungkin kedengarannya klise dan selalu muncul setiap tahun sebelum tahun ajaran baru dimulai. Apalagi buat para calon mahasiswa.

Meskipun sekarang era informasi dengan akses yang terbuka sangat lebar, terutama dari dunia maya, bukan berarti setiap calon mahasiswa mampu menentukan pilihan yang tepat. Ada yang akhirnya memilih jurusan cuma karena jurusan tersebut lagi populer atau karena bingung dengan sekian banyak pilihan yang tersedia. Iroisnya, sampai saat sekarang ini masih banyak ditemui mahasiswa yang memilih jurusan dengan terpaksa akibat suruhan atau obsesi orang tuanya. Kalau hal ini yang terjadi, apakah hasil akhirnya akan memuaskan?

Bimibingan dan arahan tetaplah diperlukan, namun bukan sebuah suruhan yang tidak bisa ditampik oleh calon mahasiswa. Hal ini bisa dimulai dengan mengenali beragam profesi yang dapat digeluti dan porspektif di masa depan.

Ada banyak profesi yang menjanjikan namun dulunya cuma dilirik sebagian orang. Sekolah di bidang pariwisata, mislanya yang memiliki beberapa pilihanstudi seperti bagian chef,pastry, manajemen, dan lain-laon. Tidak sedikit diantaranya yang akhirnya menapaki karier di mancanegara dan sukses.

Atau, siapa yang mengira jika ilmu komunikasi akan sepopuler sekarang jika dibandingkan sepuluh tahun lalu? Dari bidang studi ini ada beberapa profesi yang bisa digeluti, mulai menjadi praktisi media massa, mendalami studi media untuk menjadi peneliti, atau bekerja di bagian kreatif seperti periklanan. Industri-industri ini pun akan terus dibutuhkan, yang berarti membutuhkan sumber daya manusia yang baru setiap eranya.

Yang penting adalah minat calon mahasiswa yang besar terhadap suatu bidang studi. Karena apapun yang akan dipilih, itulah yang akan mengantarnya pada keberhasilan. Mengetahui minat itulah yang menjadi prioritas para calon mahasiswa. Kalau masih bingung juga dengan minat yang dimiliki, mungkin bisa ditilik dari nilai-nilai akademis, hobi, maupun obsesi calon mahasiswa.

Jika sudah membuat keputusan, Para calon mahasiswa bisa mencoba menyusun renacana di tahun-tahun mendatang setelah lulus dengan bidang studi yang telah dipilih. Dari sini bisa dilihat apakah mereka telah paham dengan baik bidang studi tersebut, memiliki perencanaan matang atau tidak, atau sekadar memilih dengan buta arah.

Referensi : Kompas

10 August 2009

Insomnia VS Formula 20 Menit

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:25 0 ocehan mereka
This is the hardest day of my life... Tau apa alasannya...?
Dalam tiga hari ini sayah cuma tidur 5 jam. LIMA JAM..!! Dan sisanya sayah pake buat nyanyiin lagunya Craig David... feels like insomnia... uwoooo... feels like insomnia... uwoooo.... Btw, Craig David sekarang agak gedean gitu ya bodinya. Sayah jadi serem ngeliatnya. Ga ada kesan manis lagi. Lagu-lagunya juga mulai berkurang kualitasnya. Kira-kira kapan lagi ya Craig David bikin lagu semanis Hidden Agenda, atau Fill Me In, atau Walking Away, atau... Tunggu dulu, kita sebenarnya ngomongin apaan sey. Fokus, isna, fokus...

Oke... balik lagi ke tulisan... jadi kebayang kan gimana stress nya sayah. Dalam tiga hari itu paling ga sayah harus tidur antara 20-24 jam, tapi sayah cuma berhasil dapat lima jam, itupun ga berkualitas. What's wrong with me...?!!

Akhirnya sayah coba cari-cari info soal insomnia. Kali aja nemu gimana caranya ngusir penyakit yang bikin stess ini. Mungkin bisa bantu kalian yang juga ngalamin hal yang sama. Dan ternyata katanya Insomnia atau penyakit sulit tidur ini memang penyakit laten manusia modern. Penyebabnya banyak, mulai dari stres, gelisah, takut, atau pola makan yang kurang sehat. Cara tergampang yang biasa dipakai buat mengatasinya adalah mengkonsumsi obat tidur. Tapi yang satu ini bisa berbahaya, karena justru bisa bikin kecanduan.

Dari sekian banyak artikel yang sayah baca tentang tips mengusir insomnia, ternyata semuanya sama dan terkesan standar. Mulai dari saran minum segelas susu hangat sebelum tidur (ini sudah sayah coba, tapi yang ada sayah malah kebelet ke kamar mandi mulu...), mendengarkan musik (sayah malah tertarik ikutan nyanyi-nyanyi..hehehe...), sampai anjuran untuk melakukan hubungan seks terlebih dulu (how the hell I would do this...?! Get right...!!).

Tapi ternyata ada satu info terbaru yang berhasil sayah temukan. Salah satu tips terbaru yang layak dicoba adalah menggunakan formula 20 menit. Anjurannya seperti ini: kalau selama 20 menit kalian belum juga terlelap padahal sudah sangat ingin tidur, maka sebisanya kalian beranjak dari tempat tidur. Kenapa demikian? Karena, secara tidak sadar saat itu kalian sudah mengasosiasikan tempat tidur sebagai tempat yang tidak bisa membuat kalian tertidur. Jadi, ketika kalian berusaha untuk tidur, kalian malah semakin terperangkap dalam asosiasi bahwa kalian tidak akan bisa tidur.

Karena itu, cobalah mengambil jarak dengan pergi ke luar ruangan. Kalau bisa yang penerangannya minim, dan jangan melakukan aktifitas yang menstimulasi otak seperti surfing di internet, atau baca novel. Biarkan saja pikiran kalian istirahat. Lakukan selama 20 menit, terus kembali lagi ke tempat tidur. Biasanya, setelah itu kantuk akan menyerang lebih cepat. Kalau ternyata selama 20 menit si kantuk belum datang juga, lakukan kembali ritual tadi, sampai kalian benar-benar merasa mengantuk.

Jadi, selamat mencoba, dan selamat tidur...

6 August 2009

Ada Apa Dengan Cinta?

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:30 0 ocehan mereka
Ga, sayah ga ngomongin film yang dibintangin Dian Sastro sama Nicholas Saputra. Hari ini sayah emang bener-bener ngomongin soal cinta. Tapi tenang... sayah juga ga bakal bermellow-mellow kok disini.

Jadi sekali lagi sayah ajuin pertanyaan di atas. Ada apa dengan Cinta? Kenapa satu kata dengan lima huruf ini begitu berpengaruh dalam kehidupan kita? Dan kenapa begitu banyak hal yang bener-bener ga bisa dijawab dengan nalar ternyata bisa dengan begitu mudah terselesaikan hanya dengan bantuan cinta...?

Sebenernya... ga sedikitpun tercetus ide buat nulis topik ini today. Sayah cuma baru aja melarikan diri dari tetangga sebelah kamar kos yang lagi-lagi bertengkar sama pacarnya. Dan ini sudah yang kesekian kalinya mereka bertengkar.

Eits... tunggu dulu. Sayah ga ada niat buat ngegosip. Sayah cuma heran aja. Pasangan yang barusan sayah sebut ini kalo diliat-liat kayanya punya hubungan yang ga sehat, bahkan mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak korban keanehan cinta. Means what...?
Maksudnya, mereka ini sering banget bertengkar, terus akur plus mesra-mesraan lagi, tapi besoknya malah bertengkar lebih hebat lagi daripada sebelumnya. Jadi sebenarnya apa yang mereka harapkan dalam hubungan mereka...? Ga cape tuh kalau harus bertengkar mulu...? Bukankah lebih baik mereka putus aja sekalian kalau memang ternyata ga ada kecocokan...?

Ngeliat keadaan seperti ini sayah jadi bertanya-tanya... apa yang bisa membuat pasangan seperti ini tetap bertahan dalam hubungan yang bisa dibilang ga sehat...? Dan karena ga ada yang ngasih sayah jawaban , akhirnya Ku jawab sendiri...

Alasan yang pertama mungkin karena si cewek atau si cowok ngerasa belum siap kalau harus ngejomblo seandainya mereka putus. Itu artinya harus ada cadangan dulu sebelum kata putus terucap. Yang artinya lagi... sebelum ada pacar cadangan, pacar yang sudah ada ini harus dipertahankan dulu, ga peduli kalau harus bertengkar tiap hari.

Yang kedua... nah, yang ini fokus ke cewek. Ada kemungkinan kenapa cowoknya tetap dipertahankan sama si cewek. She had lost her virginity by him...!! Ini sudah cukup jelas dan sudah jadi harga mati buat si cewek buat ga ngelepasin si cowok no matter what happen...!! (duh... kalau begini sih amit-amit jabang bayi deh...)

Materi juga ternyata punya peranan penting dalam hal ini. Dan yang berperan disini sudah jelas para cewek atau cowok matre. Bodo amat deh kalau tiap hari harus bertengkar, yang penting saldo rekening terus bertambah (ck...ck...ck...)

Yang terakhir, dan ini yang jadi topik utama obrolan kita. Karena CINTA. Begitu cintanya si cewek atau si cowok sama pasangannya, mereka bakalan tetap berusaha mempertahankan hubungan dan berharap suatu saat karena Cinta itu juga mereka akan tetap bersama selamanya (cieee...)

Jadi kalau memang ternyata cinta yang paling berperan dalam hal ini, sudah sepantasnya sayah bertanya... ADA APA DENGAN CINTA....???
Showing posts with label Info-Infoan. Show all posts
Showing posts with label Info-Infoan. Show all posts

15 October 2009

Ini Nih Kalau Mau Jadi Penyiar Radio...

Posted by Si_Isna at 10:06 2 comments
Kali ini saya mau bagi-bagi tips. Terutama buat kalian yang punya keinginan jadi penyiar radio. Bukan berarti saya menganggap saya ini udah jago banget loh ya dalam siaran. Saya cuma mau berbagi pengalaman aja, apa-apa aja sih yang harus kalian perhatikan untuk bisa jadi seorang penyiar.

Dan berdasarkan versi saya sendiri, ini dia nih hal-hal yang perlu kalian perhatikan...

1. Penguasaan Lagu

Banyak yang bilang modal dasar menjadi seorang penyiar adalah harus pintar ngomong. Tapi saya bilang, bukan itu. Yang paling penting adalah seberapa banyak pengetahuan kalian soal lagu, which means...

... untuk menjadi seorang penyiar, kalian setidaknya harus tau genre-genre musik. Tau kan yang saya maksud... jazz, R&B, soul, pop, dan semacamnya. Ini penting banget buat seorang penyiar, yah paling ga, untuk menghindari kesalahan format acara. Ga lucu dong kalau tiba-tiba aja kalian mutar lagu R&B di program jazz.

Menguasai lagu artinya kalian juga harus bisa mengklasifikasikan seorang penyanyi atau grup musik ke dalam genre musik yang mereka usung. Jangan sampai kalian meng-announce-kan Backstreet Boys itu sebagai penyanyi R&B. Itu sama aja dengan mempermalukan diri sendiri, saudara-saudara...

2. Wawasan Luas

Yang namanya penyiar pastinya selalu berhubungan dengan pemberian informasi. Dan sudah menjadi kodrat alam buat mereka untuk menjadi orang yang harus serba tau. Cara tergampang untuk tetap mengikuti plot ini adalah dengan banyak-banyak baca, apapun jenis bacaan tersebut.

3. Penguasaan Materi Siaran

Terkadang di salah satu program radio, kalian mungkin diminta untuk menyampaikan sebuah informasi kepada pendengar. Kalian mungkin berpikiran, "Ah... gampang... kan sudah ada script-nya. Tinggal baca aja, beres..."

Eits, jangan salah. Penyampaian sebuah informasi juga menentukan layak atau tidaknya kalian menjadi seorang penyiar. Meskipun script-nya udah tersedia, bukan berarti kalian tinggal baca gitu aja. Pendengar bakalan ilfil kalau dengerin penyiar yang kedengeran banget baca-nya. Mereka pasti berpikiran, "kalau gini sih, saya juga bisa baca sendiri..." Tuh kan...
Penyiar itu memberikan informasi, bukan membacakan informasi
Jadi, meskipun sebenernya kalian memang membacakan materi, setidaknya kalian bisa mengusahakan untuk menghilangkan kesan membca itu. Caranya?

Dengan menguasai materi tersebut. Sebelum siaran, kalian persiapkan materi yang akan kalian baca, pahami isinya, dan pada saat siaran kalian tinggal menceritakan kembali apa yang sudah kalian baca sebelumnya dengan masih berpatokan pada script yang ada. Dijamin deh, pendengar bakalan percaya 100% kalau kalian memang serba tau segalanya. Hihii...

4. Penguasaan Vokal

Kalau tiga di atas sudah bisa kalian pahami dan terapkan sebagai seorang penyiar, baru deh kalian bisa melatih vokal. Ga mesti harus punya suara yang merdu, atau ngebass, atau serak-serak becek, apalagi semriwing-semriwing gimanaa... gitu. Asal kalian bisa mengatur pitch control (nyolong kata-kata mba Trie Utami nih... hehee...) dan tempo suara, biar suara kalian cempreng kayak kaleng gombreng juga tetap bakalan enak kok didengernya. Caranya gimana?
  • suara ga perlu terlalu dibuat-buat biar kedengaran merdu, apa adanya aja...
  • bicara jangan terlalu cepat, takutnya apa yang disampaikan malah ga dimengerti...
  • ga perlu lah ngomong pake bahasa gaul kalau ga sesuai sama kepribadian kalian (apalagi kalau ga sesuai sama format acara...). Cukup pake bahasa obrolan kalian sehari-hari aja (tapi bukan berarti juga pake bahasa daerah loh ya... kecuali kalau memang ada format bahasa daerah... hehee...)
5. Mixing

Ini juga penting banget untuk menjadi seorang penyiar. Kalian setidaknya bisa (dalam istilah saya) mengendalikan mixer. Bukan mixer untuk mencampur adonan loh ya, tapi ini nih...


Pada saat vokal kalian naik (artinya saat kalian on air) usahakan musik background ga terlalu tinggi (ga lucu kan kalau suara kalian saingan sama backsound...) atau terlalu rendah (bakalan sepi banget kalau suara kalian aja yang kedengaran...). Disinilah insting kalian yang mengambil alih, apakah backsound sudah selaras dengan vokal kalian atau belum.

Penyusunan lagu yang bakalan diputar juga perlu diperhatikan, ga bisa sembarangan gitu aja, yah setidaknya harus disesuaikan dengan format acara. Ga mungkin kan pagi-pagi kalian mutar lagu yang bertempo pelan (bisa pada ngantuk lagi deh pendengarnya...) atau mutar lagu jejingkrakkan di siang bolong atau malam-malam (mau ditimpuk ma orang-orang karena udah ganggu ketenangan...?).

Tambahan lagi, hindari penyusunan lagu yang tidak sejenis. Hihii... bingung yah... Maksud saya, setelah memutar lagu yang bertempo cepat, usahakan untuk menghindari memutar lagu yang bertempo pelan (atau sebaliknya, dari yang pelan ke yang cepat). Ga enak banget didengarnya. Jadi kalian bisa coba mutar lagu yang bertempo medium dulu sebelum pindah ke lagu yang slow.

Kalau ternyata ga bisa juga...? anggaplah karena tuntutan request pendengar... Tenang aja, kalian bisa menyiasatinya kok. Caranya? Saat perpindahan lagu, kalian bisa selipkan jingle, iklan, atau kalian on air aja. Jadi pergantian lagu dari yang bertempo cepat ke pelan ga terlalu terasa.


Jadi, gampang ga sih menjadi seorang penyiar? Jawabannya, tidak. Tapi apakah syarat-syarat yang sudah saya kasih untuk kalian terlalu rumit buat dijalanin? Jawabannya juga tidak. Jadi, gampang-gampang susah gitu deh... hehee...

Yah, paling ga itu yang bisa saya bagi untuk kalian. Mungkin ada yang lebih jago dalam hal ini ketimbang saya dan menganggap apa yang saya tulis (atau ketik ya..?) kurang benar. Well, ini semua berdasarkan pendapat dan pengalaman saya sewaktu saya jadi penyiar radio. Kalau ada yang tau lebih banyak lagi, mari kita saling berbagi informasi, hehee...

13 August 2009

Memilih Jurusan Kuliah Yang Tepat

Posted by Si_Isna at 10:51 2 comments
Confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos confuse Pictures, Images and Photos

Bingung memilih jurusan yang tepat? Pertanyaan ini mungkin kedengarannya klise dan selalu muncul setiap tahun sebelum tahun ajaran baru dimulai. Apalagi buat para calon mahasiswa.

Meskipun sekarang era informasi dengan akses yang terbuka sangat lebar, terutama dari dunia maya, bukan berarti setiap calon mahasiswa mampu menentukan pilihan yang tepat. Ada yang akhirnya memilih jurusan cuma karena jurusan tersebut lagi populer atau karena bingung dengan sekian banyak pilihan yang tersedia. Iroisnya, sampai saat sekarang ini masih banyak ditemui mahasiswa yang memilih jurusan dengan terpaksa akibat suruhan atau obsesi orang tuanya. Kalau hal ini yang terjadi, apakah hasil akhirnya akan memuaskan?

Bimibingan dan arahan tetaplah diperlukan, namun bukan sebuah suruhan yang tidak bisa ditampik oleh calon mahasiswa. Hal ini bisa dimulai dengan mengenali beragam profesi yang dapat digeluti dan porspektif di masa depan.

Ada banyak profesi yang menjanjikan namun dulunya cuma dilirik sebagian orang. Sekolah di bidang pariwisata, mislanya yang memiliki beberapa pilihanstudi seperti bagian chef,pastry, manajemen, dan lain-laon. Tidak sedikit diantaranya yang akhirnya menapaki karier di mancanegara dan sukses.

Atau, siapa yang mengira jika ilmu komunikasi akan sepopuler sekarang jika dibandingkan sepuluh tahun lalu? Dari bidang studi ini ada beberapa profesi yang bisa digeluti, mulai menjadi praktisi media massa, mendalami studi media untuk menjadi peneliti, atau bekerja di bagian kreatif seperti periklanan. Industri-industri ini pun akan terus dibutuhkan, yang berarti membutuhkan sumber daya manusia yang baru setiap eranya.

Yang penting adalah minat calon mahasiswa yang besar terhadap suatu bidang studi. Karena apapun yang akan dipilih, itulah yang akan mengantarnya pada keberhasilan. Mengetahui minat itulah yang menjadi prioritas para calon mahasiswa. Kalau masih bingung juga dengan minat yang dimiliki, mungkin bisa ditilik dari nilai-nilai akademis, hobi, maupun obsesi calon mahasiswa.

Jika sudah membuat keputusan, Para calon mahasiswa bisa mencoba menyusun renacana di tahun-tahun mendatang setelah lulus dengan bidang studi yang telah dipilih. Dari sini bisa dilihat apakah mereka telah paham dengan baik bidang studi tersebut, memiliki perencanaan matang atau tidak, atau sekadar memilih dengan buta arah.

Referensi : Kompas

10 August 2009

Insomnia VS Formula 20 Menit

Posted by Si_Isna at 11:25 0 comments
This is the hardest day of my life... Tau apa alasannya...?
Dalam tiga hari ini sayah cuma tidur 5 jam. LIMA JAM..!! Dan sisanya sayah pake buat nyanyiin lagunya Craig David... feels like insomnia... uwoooo... feels like insomnia... uwoooo.... Btw, Craig David sekarang agak gedean gitu ya bodinya. Sayah jadi serem ngeliatnya. Ga ada kesan manis lagi. Lagu-lagunya juga mulai berkurang kualitasnya. Kira-kira kapan lagi ya Craig David bikin lagu semanis Hidden Agenda, atau Fill Me In, atau Walking Away, atau... Tunggu dulu, kita sebenarnya ngomongin apaan sey. Fokus, isna, fokus...

Oke... balik lagi ke tulisan... jadi kebayang kan gimana stress nya sayah. Dalam tiga hari itu paling ga sayah harus tidur antara 20-24 jam, tapi sayah cuma berhasil dapat lima jam, itupun ga berkualitas. What's wrong with me...?!!

Akhirnya sayah coba cari-cari info soal insomnia. Kali aja nemu gimana caranya ngusir penyakit yang bikin stess ini. Mungkin bisa bantu kalian yang juga ngalamin hal yang sama. Dan ternyata katanya Insomnia atau penyakit sulit tidur ini memang penyakit laten manusia modern. Penyebabnya banyak, mulai dari stres, gelisah, takut, atau pola makan yang kurang sehat. Cara tergampang yang biasa dipakai buat mengatasinya adalah mengkonsumsi obat tidur. Tapi yang satu ini bisa berbahaya, karena justru bisa bikin kecanduan.

Dari sekian banyak artikel yang sayah baca tentang tips mengusir insomnia, ternyata semuanya sama dan terkesan standar. Mulai dari saran minum segelas susu hangat sebelum tidur (ini sudah sayah coba, tapi yang ada sayah malah kebelet ke kamar mandi mulu...), mendengarkan musik (sayah malah tertarik ikutan nyanyi-nyanyi..hehehe...), sampai anjuran untuk melakukan hubungan seks terlebih dulu (how the hell I would do this...?! Get right...!!).

Tapi ternyata ada satu info terbaru yang berhasil sayah temukan. Salah satu tips terbaru yang layak dicoba adalah menggunakan formula 20 menit. Anjurannya seperti ini: kalau selama 20 menit kalian belum juga terlelap padahal sudah sangat ingin tidur, maka sebisanya kalian beranjak dari tempat tidur. Kenapa demikian? Karena, secara tidak sadar saat itu kalian sudah mengasosiasikan tempat tidur sebagai tempat yang tidak bisa membuat kalian tertidur. Jadi, ketika kalian berusaha untuk tidur, kalian malah semakin terperangkap dalam asosiasi bahwa kalian tidak akan bisa tidur.

Karena itu, cobalah mengambil jarak dengan pergi ke luar ruangan. Kalau bisa yang penerangannya minim, dan jangan melakukan aktifitas yang menstimulasi otak seperti surfing di internet, atau baca novel. Biarkan saja pikiran kalian istirahat. Lakukan selama 20 menit, terus kembali lagi ke tempat tidur. Biasanya, setelah itu kantuk akan menyerang lebih cepat. Kalau ternyata selama 20 menit si kantuk belum datang juga, lakukan kembali ritual tadi, sampai kalian benar-benar merasa mengantuk.

Jadi, selamat mencoba, dan selamat tidur...

6 August 2009

Ada Apa Dengan Cinta?

Posted by Si_Isna at 11:30 0 comments
Ga, sayah ga ngomongin film yang dibintangin Dian Sastro sama Nicholas Saputra. Hari ini sayah emang bener-bener ngomongin soal cinta. Tapi tenang... sayah juga ga bakal bermellow-mellow kok disini.

Jadi sekali lagi sayah ajuin pertanyaan di atas. Ada apa dengan Cinta? Kenapa satu kata dengan lima huruf ini begitu berpengaruh dalam kehidupan kita? Dan kenapa begitu banyak hal yang bener-bener ga bisa dijawab dengan nalar ternyata bisa dengan begitu mudah terselesaikan hanya dengan bantuan cinta...?

Sebenernya... ga sedikitpun tercetus ide buat nulis topik ini today. Sayah cuma baru aja melarikan diri dari tetangga sebelah kamar kos yang lagi-lagi bertengkar sama pacarnya. Dan ini sudah yang kesekian kalinya mereka bertengkar.

Eits... tunggu dulu. Sayah ga ada niat buat ngegosip. Sayah cuma heran aja. Pasangan yang barusan sayah sebut ini kalo diliat-liat kayanya punya hubungan yang ga sehat, bahkan mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak korban keanehan cinta. Means what...?
Maksudnya, mereka ini sering banget bertengkar, terus akur plus mesra-mesraan lagi, tapi besoknya malah bertengkar lebih hebat lagi daripada sebelumnya. Jadi sebenarnya apa yang mereka harapkan dalam hubungan mereka...? Ga cape tuh kalau harus bertengkar mulu...? Bukankah lebih baik mereka putus aja sekalian kalau memang ternyata ga ada kecocokan...?

Ngeliat keadaan seperti ini sayah jadi bertanya-tanya... apa yang bisa membuat pasangan seperti ini tetap bertahan dalam hubungan yang bisa dibilang ga sehat...? Dan karena ga ada yang ngasih sayah jawaban , akhirnya Ku jawab sendiri...

Alasan yang pertama mungkin karena si cewek atau si cowok ngerasa belum siap kalau harus ngejomblo seandainya mereka putus. Itu artinya harus ada cadangan dulu sebelum kata putus terucap. Yang artinya lagi... sebelum ada pacar cadangan, pacar yang sudah ada ini harus dipertahankan dulu, ga peduli kalau harus bertengkar tiap hari.

Yang kedua... nah, yang ini fokus ke cewek. Ada kemungkinan kenapa cowoknya tetap dipertahankan sama si cewek. She had lost her virginity by him...!! Ini sudah cukup jelas dan sudah jadi harga mati buat si cewek buat ga ngelepasin si cowok no matter what happen...!! (duh... kalau begini sih amit-amit jabang bayi deh...)

Materi juga ternyata punya peranan penting dalam hal ini. Dan yang berperan disini sudah jelas para cewek atau cowok matre. Bodo amat deh kalau tiap hari harus bertengkar, yang penting saldo rekening terus bertambah (ck...ck...ck...)

Yang terakhir, dan ini yang jadi topik utama obrolan kita. Karena CINTA. Begitu cintanya si cewek atau si cowok sama pasangannya, mereka bakalan tetap berusaha mempertahankan hubungan dan berharap suatu saat karena Cinta itu juga mereka akan tetap bersama selamanya (cieee...)

Jadi kalau memang ternyata cinta yang paling berperan dalam hal ini, sudah sepantasnya sayah bertanya... ADA APA DENGAN CINTA....???

My Blog List (testing what a long title looks like)

 
Blog Design by Template-Mama.