5 November 2009

Cerita Di Balik Pulau Tukung

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 13:05 6 ocehan mereka

Sekilas mungkin kalian mengira gambar di atas adalah gambar Tanah Lot di Kuta Bali. Iya, sekilas sih emang mirip. Tapi sayangnya, bukan. Gambar di atas sebenarnya adalah gambar Pulau Tukung yang ada di Balikpapan

Iya, teman-teman. Balikpapan, kota kelahiran saya.

Jadi kalau kalian punya rencana jalan-jalan ke Balikpapan, coba deh kalian mampir aja ke Melawai (yang masih terletak di pusat kota) untuk bisa menyaksikan salah satu keindahan kota Balikpapan ini (segitunyaaa...)

Melawai di sore hari

Namanya memang Pulau Tukung, tapi sebenernya yang dinamakan pulau ini adalah sebuah batu karang besar yng ditumbuhi pepohonan dan bisa didatangi kalau air laut sedang surut.

Laut surut yang memudahkan untuk menjambangi Pulau Tukung

Dan saya punya sedikit cerita tentang pulau yang satu ini. Tapi bukan saya yang mengalaminya, melainkan sepupu saya, Amay. Dan agak-agak sedikit berbau mistis gitu deh. Jadi kalian boleh percaya boleh ga sama cerita saya ini.

Kejadiannya sekitar tahun 2000an. Sepupu saya ini (yang saat itu baru berusia sekitar 14 tahun) bareng dua temannya punya rencana mancing buat ngisi waktu liburan sekolah. Kebetulan waktu itu air laut lagi surut, maka mereka merencanakan untuk mancing di Pulau Tukung, sekalian bisa langsung bakar-bakar ikan disana, itu rencana mereka.

Tapi entah apa yang terjadi, tau-tau begitu mereka pulang, bukannya dengan cerita menyenangkan tentang acara memancing mereka hari itu, mereka justru berkelakuan aneh... merangkak dan menggeram layaknya harimau. Ya, ketiganya...

Seluruh keluarga heboh, bingung kenapa si Amay dan dua temannya ini bisa sampai seperti itu.

Ternyata mereka kerasukan...
...kerasukan keluarga siluman macan putih yang menghuni Pulau Tukung...
Kabarnya mereka marah karena Amay dan kedua temannya tanpa sengaja sudah merusak tempat tinggal mereka...

Yeah, little bit creepy, isn't it?

Susah untuk ga percaya sama cerita ini karena saya sendiri sudah melihat bagaimana perilaku Amay ketika dia kerasukan si Macan Putih...

Apa ini mengisyaratkan kalau Pulau Tukung itu angker? Saya ga tau, mungkin iya, mungkin malah ga sama sekali. Tapi yang jelas, beberapa cerita mitos tentang pulau ini semapt beredar. Salah satunya adalah konon katanya Pulau Tukung punya pasangan jiwa yang akan selalu datang menemaninya di kala senja dan hanya di kala senja. Dialah Pulau Babi. Banyak orang yang sudah mengaku pernah melihat fenomena ini. Pada saat senja, saat matahari sudah tinggal separuh di kaki langit, Pulau Babi tiba-tiba aja sudah ada disana, berdampingan dengan Pulau Tukung.

Saya ga tau apa cerita ini memang benar, atau mereka yang melihatnya cuma tertipu oleh bias matahari senja. Mereka yang berpikiran lebih logis mengatakan kalau hal tersebut tidak benar, bahwa sebenarnya Pulau Babi itu ya Pulau Tukung itu. Mereka pulau yang sama, batu karang yang sama.

Saya ga bisa memastikan siapa yang lebih benar. Toh saya juga ga bisa membuktikannya sendiri. Saya ga pernah ngeliat bagaimana keadaan Pulau Tukung di kala senja, karena berkat peraturan keras di rumah saya, saya ga boleh ada di luar rumah pada saat senja datang.

Jadi, bener atau ga, semuanya tetap jadi rahasia Illahi.

The Pride of My Hometown

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 13:01 3 ocehan mereka
Let's talk about my hometown...

Iya, Balkpapan, kota kelahiran saya, dan yang seperti pernah saya bilang adalah tempat saya tumbuh besar dengan segala keabsurdan pikiran saya, yang tepaksa saya tinggalkan tujuh tahun yang lalu demi menuntut ilmu dan mengejar (atau mencari...?) karir.

Dan sekarang saya bener-bener kangen Balikpapan, pengen banget bisa balik kesana. Alasannya sudah cukup jelas. Disana tempat lahir beta... dibuai dibesarkan bunda... tempat ber... ehm, maaf... terbawa suasana...

Well, the point is, siapa sih yang ga kangen sama kampung halamannya...? Coba angkat tangan, saya pengen liat... ga ada kan...?

Jadi kalau ngomongin kota asal saya, banyak hal yang bikin saya bangga sama Balikpapan, sehingga kalau harus dituliskan satu persatu, kemungkinan besar saya bakalan tetap nangkring di depan kompi sampe bulan depan. Jadi kali ini saya cuma mau ngasih sedikit gambaran umum (yang oleh sebagian besar warga kota saya sendiri malah dianggap sepele) tentang kota berslogan Kota Beriman ini (kependekan dari Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman) dan punya julukan Kota Minyak.

Pertama, Balikpapan itu kota yang bersih. Hampir tiap tahun Balikpapan selalu ngegondol piala Adipura karena kebersihan kotanya. Jelas dong kalau saya juga ikut bangga...

Kedua, Balikpapan itu indah. Mau tau alasannya...? Monggo, silakan mampir kesini.

Ketiga, Balikpapan itu aman. Aman disini maksudnya aman dari demonstran anarkis, aman dari amang becak yang suka bikin macet jalan, dan aman dari debu plus polusi udara yang berlebihan. Hehheee...

Dan yang keempat, Balikpapan itu nyaman, Yah, setidaknya nyaman dalam beberapa hal.
  • Trotoar memang khusus disediakan buat pejalan kaki. Jadi para pedagang kaki lima harap mundur... terima kasih...

  • Yang suka kemana-mana pake angkotga perlu takut pulang kemalaman karena di kota ini masih banyak angkot yang berseliweran sampe jam 10 malam tanpa perlu ngerasa khawatir bakalan satu angkot sama preman jalanan. Fyi, preman di Balikpapan jarang naik angkot, hehee...

  • Di simpang empat pusat kota yang sudah bisa dipastikan selalu macet disediakan jembatan penyebrangan yang memanjakan penyebrang jalan dengan kondisinya yang terawat, bersih, lapang, dan minus gelandangan.

Gimana, nyaman kan?

Warning : yang hobi jalan kaki, sangat tidak dianjurkan menyalurkan hobi jalan kakinya di Balikpapan kalau ga pengen betisnya membengkak dalam itungan detik (landscape Balikpapan terdiri dari pegunungan)


Yah, sebenernya masih banyak sih yang mau saya bagi sama kalian tentang Balikpapan. Tapi karena saya lagi dikejar deadline dan demi menghindari tatapan maut si mba senior di seberang meja (saya heran kenapa senior selalu terkesan galak...), saya cukupkan sampai disini dulu (jiaahh... kek pidato Pak Lurah aja...). Selingan tentang kota kebanggaan saya ini mudah-mudahan bisa tetap saya selipkan di beberapa postingan saya berikutnya. Amiiinn....

Dan sekarang... saya sign out dulu...

Balikpapan, Kota Saya Tercinta

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 12:55 1 ocehan mereka
Saya hanya ingin memperlihatkan keindahan kota Balikpapan hari ini. Jadi selamat menikmati pemandangannya...

Kilang Minyak - Kebanggaan kota Balikpapan



Jalan Raya kota Balikpapan yang bersih



Kemegahan Kota Balikpapan

Balikpapan Kota Beriman

Apartemen Grand Sudirman

Taman Bekapai

Balikpapan Coal Terminal

Kilang Minyak Balikpapan


Eksotisme Pulau Tukung




Sisi lain Kota Balikpapan

Banua Patra

Batakan Beach House

Pantai Manggar

Melawai

Pantai Kemala Klandasan

Wilayah pemukiman saya (hehee...)

SMU Negeri 1 Balikpapan
(sekolah saya yang sampai sekarang tetap jadi favorit saya)




gambar diambil di : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=870622

4 November 2009

Catatan Semesta

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:51 0 ocehan mereka
Kalian yang ngaku suka baca buku, pasti sudah tau tentang salah satu buku inspiratif karangan Rhonda Byrne, The Secret. Bahkan mungkin yang ga terlalu suka baca buku juga tetap bisa mengenali buku yang satu ini karena sempat menjadi bestseller, dan mungkin sampai sekarang tetap menjadi bestseller.

But honestly, saya ga pernah baca The Secret dan sampai sekarang ga pernah tau isinya seperti apa. Apa saya kuper? Mungkin. Atau mungkin juga karena ternyata saya lebih tertarik pada buku inspiratif yang lain (yang menjadi bahan obrolan saya hari ini)

Saya ingat banget saat itu, tanggal 8 Mei 2008, hari kamis, jam setengah tiga siang, saya memasuki Gramedia dengan rencana matang di kepala saya. Membeli buku The Secret yang dihebohkan oleh pengamat buku dunia dan dicari oleh penikmat buku, dan berencana untuk melahap habis seluruh isinya sebelum saya menikmati makan malam saya.

Dan disanalah buku itu terpajang...
... tampak anggun tersusun di salah satu meja pajang dengan tulisan besar bestseller tergantung di atasnya, terlihat lebih bersinar dibandingkan buku-buku lainnya... okey, saya sudah terlalu berlebihan disini...

Dan tangan saya langsung menyambar salah satu The Secret dari atas meja, dan saya sudah berniat untuk berbalik ke meja kasir ketika tetangkap oleh mata saya buku lain yang terpajang rapi di rak buku tepat di samping meja bestseller.

Cover theme-nya lah yang menarik perhatian saya, dibuat sedikit mirip dengan cover theme The Secret. Nama penulisnya langsung menarik perhatian saya...

Mike Dooley.

Nama itu sepertinya ga asing buat saya
Saya baca judul bukunya...

Notes from The Universe : Pesan-Pesan Inspiratif dari Semesta


Dan kemudian saya tau dimana saya mengenal nama itu...

Dari beberapa referensi yang saya baca tentang The Secret, Mike Dooley adalah salah satu "guru" yang ikut tampil dalam The Secret. Dan entah kenapa, begitu membaca nama Mike Dooley, saya langsung "jatuh cinta" kepada penulis ini.

Sebuah buku dengan penulis yang menjadi salah satu kontributor untuk The Secret, buku yang sangat bestseller, jelas sekali saat itu saya sangat yakin kalau Notes from The Universe jauh lebih layak beli.

Jadi tanpa pikir dua kali lagi, saya langsung mengembalikan The Secret ke mejanya dan meraih Notes from The Universe yang masih terbungkus plastik, langsung membawanya ke meja kasir dengan harapan saya akan menikmati sebuah buku "keren".

Tapi yang saya peroleh ketika saya sudah sampai di kosan, ketika saya sudah mempersiapkan musik instrumen jazz untuk menemani acara membaca saya, dan ketika saya dengan tidak sabar membebaskan si buku dari kemasannya, adalah sedikit rasa kecewa.

Apa ini?
Kok isinya begini?
Kok sedikit banget tulisannya?

Ga ada bab, judul, ataupun sub judul dalam buku itu. Cuma pesan-pesan singkat di setiap halamannya, bahkan ada satu atau dua halaman yang hanya terdiri atas sebaris tulisan.

Saya ga pernah suka buku dengan sedikit tulisan. Ga ada kenikmatan dalam membaca, menurut saya.
Jadi dengan perasaan dongkol, saya membasmi buku itu justru dengan membacanya, dengan tujuan begitu saya selesai membaca semuanya, buku itu bisa saya campakkan begitu saja. Tapi ternyata, semakin saya membalik halaman, kedongkolan saya justru semakin berkurang, dan begitu sampai di akhir halaman buku ini, saya tersadar bahwa ternyata saya sudah membeli buku yang tepat untuk saya.

Ada beberapa pesan dalam buku ini yang sangat saya sukai. Ini salah satunya...

Tantangan-tantangan dalam hidup
tidak muncul begitu saja, betapapun kebetulan
tampaknya. Tantangan hanya tiba ketika kau sudah siap.
Bukan ketika kau sudah siap untuk diremukkan, tetapi
ketika kau sudah siap untuk tumbuh, mengatasi,
dan menjadi lebih besar daripada dirimu sebelum
mereka tiba.

Yang satu ini juga saya suka...

Hal yang baik
dari hal yang buruk adalah mereka membuka jalan
untuk hal-hal yang lebih baik lagi.

Dan juga...

Well, sebenernya hampir semua pesan "Semesta" dalam buku ini saya suka. Dan semakin sering saya membacanya, semakin dalam makna yang saya peroleh, seperti yang juga dikatakan oleh Mike Dooley tentang Notes from The Universe...
Segala sesuatu yang telah saya temukan tersisip rapi antara kalimat-kalimat buku ini, dan untuk pembaca yang bersemangat dan cermat, ada lebih banyak makna yang terkandung di dalamnya dibandingkan ketika Anda membacanya untuk pertama kali.
So, all I have to say is, ini adalah buku yang tepat untuk kalian yang ingin lebih memaknai hidup, atau menggunakan istilah Mike Dooley, "Semesta".

(Saat ini saya berharap bisa punya Notes from The Universe dalam versi Inggrisnya, mungkin maknanya akan lebih terasa)

1 November 2009

Award Pertama... horayy...!!

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:48 7 ocehan mereka
Kebiasaan saya setiap kali abis mosting adalah jalan-jalan ke blog tetangga. Eih ternyata saya sempat ketinggalan berita (secara udah tiga hari ini saya cuma numpang lewat aja ke blog mereka karena dibatasi waktu... jiaahhh...). Salah satu teman blogger, Mba Reni, tanggal 28 Oktober kemarin ternyata ngerayain ultah blognya yang pertama, Catatan Kecilku. Wuiihh... selamat ya mba...

Saya jadi kepikiran juga...
Soalnya masih perlu waktu sekitar 8 bulan lagi buat saya ngerayain ultah pertama blog saya. Masih lama... mengingat saya yang masih pendatang baru di dunia penulis ini...

Tapi seperti kata orang bijak...
sesuatu akan terasa lebih jauh apabila terlalu ditunggu
Jadi, just let it flow... The day will also come to me...

Dan ternyata lagi, saya juga dapat potongan kue ultah (award) dari Mba Reni. Makasih ya Mba, tau banget sih kalau saya suka kue tart... heheee...

Photobucket

Kalau udah gini, saya bener-bener ga sabar nih nunggu ultah blog saya yang pertama. Masih 8 bulan lagi...!! Hhuuhh...

5 November 2009

Cerita Di Balik Pulau Tukung

Posted by Si_Isna at 13:05 6 comments

Sekilas mungkin kalian mengira gambar di atas adalah gambar Tanah Lot di Kuta Bali. Iya, sekilas sih emang mirip. Tapi sayangnya, bukan. Gambar di atas sebenarnya adalah gambar Pulau Tukung yang ada di Balikpapan

Iya, teman-teman. Balikpapan, kota kelahiran saya.

Jadi kalau kalian punya rencana jalan-jalan ke Balikpapan, coba deh kalian mampir aja ke Melawai (yang masih terletak di pusat kota) untuk bisa menyaksikan salah satu keindahan kota Balikpapan ini (segitunyaaa...)

Melawai di sore hari

Namanya memang Pulau Tukung, tapi sebenernya yang dinamakan pulau ini adalah sebuah batu karang besar yng ditumbuhi pepohonan dan bisa didatangi kalau air laut sedang surut.

Laut surut yang memudahkan untuk menjambangi Pulau Tukung

Dan saya punya sedikit cerita tentang pulau yang satu ini. Tapi bukan saya yang mengalaminya, melainkan sepupu saya, Amay. Dan agak-agak sedikit berbau mistis gitu deh. Jadi kalian boleh percaya boleh ga sama cerita saya ini.

Kejadiannya sekitar tahun 2000an. Sepupu saya ini (yang saat itu baru berusia sekitar 14 tahun) bareng dua temannya punya rencana mancing buat ngisi waktu liburan sekolah. Kebetulan waktu itu air laut lagi surut, maka mereka merencanakan untuk mancing di Pulau Tukung, sekalian bisa langsung bakar-bakar ikan disana, itu rencana mereka.

Tapi entah apa yang terjadi, tau-tau begitu mereka pulang, bukannya dengan cerita menyenangkan tentang acara memancing mereka hari itu, mereka justru berkelakuan aneh... merangkak dan menggeram layaknya harimau. Ya, ketiganya...

Seluruh keluarga heboh, bingung kenapa si Amay dan dua temannya ini bisa sampai seperti itu.

Ternyata mereka kerasukan...
...kerasukan keluarga siluman macan putih yang menghuni Pulau Tukung...
Kabarnya mereka marah karena Amay dan kedua temannya tanpa sengaja sudah merusak tempat tinggal mereka...

Yeah, little bit creepy, isn't it?

Susah untuk ga percaya sama cerita ini karena saya sendiri sudah melihat bagaimana perilaku Amay ketika dia kerasukan si Macan Putih...

Apa ini mengisyaratkan kalau Pulau Tukung itu angker? Saya ga tau, mungkin iya, mungkin malah ga sama sekali. Tapi yang jelas, beberapa cerita mitos tentang pulau ini semapt beredar. Salah satunya adalah konon katanya Pulau Tukung punya pasangan jiwa yang akan selalu datang menemaninya di kala senja dan hanya di kala senja. Dialah Pulau Babi. Banyak orang yang sudah mengaku pernah melihat fenomena ini. Pada saat senja, saat matahari sudah tinggal separuh di kaki langit, Pulau Babi tiba-tiba aja sudah ada disana, berdampingan dengan Pulau Tukung.

Saya ga tau apa cerita ini memang benar, atau mereka yang melihatnya cuma tertipu oleh bias matahari senja. Mereka yang berpikiran lebih logis mengatakan kalau hal tersebut tidak benar, bahwa sebenarnya Pulau Babi itu ya Pulau Tukung itu. Mereka pulau yang sama, batu karang yang sama.

Saya ga bisa memastikan siapa yang lebih benar. Toh saya juga ga bisa membuktikannya sendiri. Saya ga pernah ngeliat bagaimana keadaan Pulau Tukung di kala senja, karena berkat peraturan keras di rumah saya, saya ga boleh ada di luar rumah pada saat senja datang.

Jadi, bener atau ga, semuanya tetap jadi rahasia Illahi.

The Pride of My Hometown

Posted by Si_Isna at 13:01 3 comments
Let's talk about my hometown...

Iya, Balkpapan, kota kelahiran saya, dan yang seperti pernah saya bilang adalah tempat saya tumbuh besar dengan segala keabsurdan pikiran saya, yang tepaksa saya tinggalkan tujuh tahun yang lalu demi menuntut ilmu dan mengejar (atau mencari...?) karir.

Dan sekarang saya bener-bener kangen Balikpapan, pengen banget bisa balik kesana. Alasannya sudah cukup jelas. Disana tempat lahir beta... dibuai dibesarkan bunda... tempat ber... ehm, maaf... terbawa suasana...

Well, the point is, siapa sih yang ga kangen sama kampung halamannya...? Coba angkat tangan, saya pengen liat... ga ada kan...?

Jadi kalau ngomongin kota asal saya, banyak hal yang bikin saya bangga sama Balikpapan, sehingga kalau harus dituliskan satu persatu, kemungkinan besar saya bakalan tetap nangkring di depan kompi sampe bulan depan. Jadi kali ini saya cuma mau ngasih sedikit gambaran umum (yang oleh sebagian besar warga kota saya sendiri malah dianggap sepele) tentang kota berslogan Kota Beriman ini (kependekan dari Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman) dan punya julukan Kota Minyak.

Pertama, Balikpapan itu kota yang bersih. Hampir tiap tahun Balikpapan selalu ngegondol piala Adipura karena kebersihan kotanya. Jelas dong kalau saya juga ikut bangga...

Kedua, Balikpapan itu indah. Mau tau alasannya...? Monggo, silakan mampir kesini.

Ketiga, Balikpapan itu aman. Aman disini maksudnya aman dari demonstran anarkis, aman dari amang becak yang suka bikin macet jalan, dan aman dari debu plus polusi udara yang berlebihan. Hehheee...

Dan yang keempat, Balikpapan itu nyaman, Yah, setidaknya nyaman dalam beberapa hal.
  • Trotoar memang khusus disediakan buat pejalan kaki. Jadi para pedagang kaki lima harap mundur... terima kasih...

  • Yang suka kemana-mana pake angkotga perlu takut pulang kemalaman karena di kota ini masih banyak angkot yang berseliweran sampe jam 10 malam tanpa perlu ngerasa khawatir bakalan satu angkot sama preman jalanan. Fyi, preman di Balikpapan jarang naik angkot, hehee...

  • Di simpang empat pusat kota yang sudah bisa dipastikan selalu macet disediakan jembatan penyebrangan yang memanjakan penyebrang jalan dengan kondisinya yang terawat, bersih, lapang, dan minus gelandangan.

Gimana, nyaman kan?

Warning : yang hobi jalan kaki, sangat tidak dianjurkan menyalurkan hobi jalan kakinya di Balikpapan kalau ga pengen betisnya membengkak dalam itungan detik (landscape Balikpapan terdiri dari pegunungan)


Yah, sebenernya masih banyak sih yang mau saya bagi sama kalian tentang Balikpapan. Tapi karena saya lagi dikejar deadline dan demi menghindari tatapan maut si mba senior di seberang meja (saya heran kenapa senior selalu terkesan galak...), saya cukupkan sampai disini dulu (jiaahh... kek pidato Pak Lurah aja...). Selingan tentang kota kebanggaan saya ini mudah-mudahan bisa tetap saya selipkan di beberapa postingan saya berikutnya. Amiiinn....

Dan sekarang... saya sign out dulu...

Balikpapan, Kota Saya Tercinta

Posted by Si_Isna at 12:55 1 comments
Saya hanya ingin memperlihatkan keindahan kota Balikpapan hari ini. Jadi selamat menikmati pemandangannya...

Kilang Minyak - Kebanggaan kota Balikpapan



Jalan Raya kota Balikpapan yang bersih



Kemegahan Kota Balikpapan

Balikpapan Kota Beriman

Apartemen Grand Sudirman

Taman Bekapai

Balikpapan Coal Terminal

Kilang Minyak Balikpapan


Eksotisme Pulau Tukung




Sisi lain Kota Balikpapan

Banua Patra

Batakan Beach House

Pantai Manggar

Melawai

Pantai Kemala Klandasan

Wilayah pemukiman saya (hehee...)

SMU Negeri 1 Balikpapan
(sekolah saya yang sampai sekarang tetap jadi favorit saya)




gambar diambil di : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=870622

4 November 2009

Catatan Semesta

Posted by Si_Isna at 11:51 0 comments
Kalian yang ngaku suka baca buku, pasti sudah tau tentang salah satu buku inspiratif karangan Rhonda Byrne, The Secret. Bahkan mungkin yang ga terlalu suka baca buku juga tetap bisa mengenali buku yang satu ini karena sempat menjadi bestseller, dan mungkin sampai sekarang tetap menjadi bestseller.

But honestly, saya ga pernah baca The Secret dan sampai sekarang ga pernah tau isinya seperti apa. Apa saya kuper? Mungkin. Atau mungkin juga karena ternyata saya lebih tertarik pada buku inspiratif yang lain (yang menjadi bahan obrolan saya hari ini)

Saya ingat banget saat itu, tanggal 8 Mei 2008, hari kamis, jam setengah tiga siang, saya memasuki Gramedia dengan rencana matang di kepala saya. Membeli buku The Secret yang dihebohkan oleh pengamat buku dunia dan dicari oleh penikmat buku, dan berencana untuk melahap habis seluruh isinya sebelum saya menikmati makan malam saya.

Dan disanalah buku itu terpajang...
... tampak anggun tersusun di salah satu meja pajang dengan tulisan besar bestseller tergantung di atasnya, terlihat lebih bersinar dibandingkan buku-buku lainnya... okey, saya sudah terlalu berlebihan disini...

Dan tangan saya langsung menyambar salah satu The Secret dari atas meja, dan saya sudah berniat untuk berbalik ke meja kasir ketika tetangkap oleh mata saya buku lain yang terpajang rapi di rak buku tepat di samping meja bestseller.

Cover theme-nya lah yang menarik perhatian saya, dibuat sedikit mirip dengan cover theme The Secret. Nama penulisnya langsung menarik perhatian saya...

Mike Dooley.

Nama itu sepertinya ga asing buat saya
Saya baca judul bukunya...

Notes from The Universe : Pesan-Pesan Inspiratif dari Semesta


Dan kemudian saya tau dimana saya mengenal nama itu...

Dari beberapa referensi yang saya baca tentang The Secret, Mike Dooley adalah salah satu "guru" yang ikut tampil dalam The Secret. Dan entah kenapa, begitu membaca nama Mike Dooley, saya langsung "jatuh cinta" kepada penulis ini.

Sebuah buku dengan penulis yang menjadi salah satu kontributor untuk The Secret, buku yang sangat bestseller, jelas sekali saat itu saya sangat yakin kalau Notes from The Universe jauh lebih layak beli.

Jadi tanpa pikir dua kali lagi, saya langsung mengembalikan The Secret ke mejanya dan meraih Notes from The Universe yang masih terbungkus plastik, langsung membawanya ke meja kasir dengan harapan saya akan menikmati sebuah buku "keren".

Tapi yang saya peroleh ketika saya sudah sampai di kosan, ketika saya sudah mempersiapkan musik instrumen jazz untuk menemani acara membaca saya, dan ketika saya dengan tidak sabar membebaskan si buku dari kemasannya, adalah sedikit rasa kecewa.

Apa ini?
Kok isinya begini?
Kok sedikit banget tulisannya?

Ga ada bab, judul, ataupun sub judul dalam buku itu. Cuma pesan-pesan singkat di setiap halamannya, bahkan ada satu atau dua halaman yang hanya terdiri atas sebaris tulisan.

Saya ga pernah suka buku dengan sedikit tulisan. Ga ada kenikmatan dalam membaca, menurut saya.
Jadi dengan perasaan dongkol, saya membasmi buku itu justru dengan membacanya, dengan tujuan begitu saya selesai membaca semuanya, buku itu bisa saya campakkan begitu saja. Tapi ternyata, semakin saya membalik halaman, kedongkolan saya justru semakin berkurang, dan begitu sampai di akhir halaman buku ini, saya tersadar bahwa ternyata saya sudah membeli buku yang tepat untuk saya.

Ada beberapa pesan dalam buku ini yang sangat saya sukai. Ini salah satunya...

Tantangan-tantangan dalam hidup
tidak muncul begitu saja, betapapun kebetulan
tampaknya. Tantangan hanya tiba ketika kau sudah siap.
Bukan ketika kau sudah siap untuk diremukkan, tetapi
ketika kau sudah siap untuk tumbuh, mengatasi,
dan menjadi lebih besar daripada dirimu sebelum
mereka tiba.

Yang satu ini juga saya suka...

Hal yang baik
dari hal yang buruk adalah mereka membuka jalan
untuk hal-hal yang lebih baik lagi.

Dan juga...

Well, sebenernya hampir semua pesan "Semesta" dalam buku ini saya suka. Dan semakin sering saya membacanya, semakin dalam makna yang saya peroleh, seperti yang juga dikatakan oleh Mike Dooley tentang Notes from The Universe...
Segala sesuatu yang telah saya temukan tersisip rapi antara kalimat-kalimat buku ini, dan untuk pembaca yang bersemangat dan cermat, ada lebih banyak makna yang terkandung di dalamnya dibandingkan ketika Anda membacanya untuk pertama kali.
So, all I have to say is, ini adalah buku yang tepat untuk kalian yang ingin lebih memaknai hidup, atau menggunakan istilah Mike Dooley, "Semesta".

(Saat ini saya berharap bisa punya Notes from The Universe dalam versi Inggrisnya, mungkin maknanya akan lebih terasa)

1 November 2009

Award Pertama... horayy...!!

Posted by Si_Isna at 11:48 7 comments
Kebiasaan saya setiap kali abis mosting adalah jalan-jalan ke blog tetangga. Eih ternyata saya sempat ketinggalan berita (secara udah tiga hari ini saya cuma numpang lewat aja ke blog mereka karena dibatasi waktu... jiaahhh...). Salah satu teman blogger, Mba Reni, tanggal 28 Oktober kemarin ternyata ngerayain ultah blognya yang pertama, Catatan Kecilku. Wuiihh... selamat ya mba...

Saya jadi kepikiran juga...
Soalnya masih perlu waktu sekitar 8 bulan lagi buat saya ngerayain ultah pertama blog saya. Masih lama... mengingat saya yang masih pendatang baru di dunia penulis ini...

Tapi seperti kata orang bijak...
sesuatu akan terasa lebih jauh apabila terlalu ditunggu
Jadi, just let it flow... The day will also come to me...

Dan ternyata lagi, saya juga dapat potongan kue ultah (award) dari Mba Reni. Makasih ya Mba, tau banget sih kalau saya suka kue tart... heheee...

Photobucket

Kalau udah gini, saya bener-bener ga sabar nih nunggu ultah blog saya yang pertama. Masih 8 bulan lagi...!! Hhuuhh...

My Blog List (testing what a long title looks like)

 
Blog Design by Template-Mama.