5 November 2009

The Pride of My Hometown

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 13:01 3 ocehan mereka
Let's talk about my hometown...

Iya, Balkpapan, kota kelahiran saya, dan yang seperti pernah saya bilang adalah tempat saya tumbuh besar dengan segala keabsurdan pikiran saya, yang tepaksa saya tinggalkan tujuh tahun yang lalu demi menuntut ilmu dan mengejar (atau mencari...?) karir.

Dan sekarang saya bener-bener kangen Balikpapan, pengen banget bisa balik kesana. Alasannya sudah cukup jelas. Disana tempat lahir beta... dibuai dibesarkan bunda... tempat ber... ehm, maaf... terbawa suasana...

Well, the point is, siapa sih yang ga kangen sama kampung halamannya...? Coba angkat tangan, saya pengen liat... ga ada kan...?

Jadi kalau ngomongin kota asal saya, banyak hal yang bikin saya bangga sama Balikpapan, sehingga kalau harus dituliskan satu persatu, kemungkinan besar saya bakalan tetap nangkring di depan kompi sampe bulan depan. Jadi kali ini saya cuma mau ngasih sedikit gambaran umum (yang oleh sebagian besar warga kota saya sendiri malah dianggap sepele) tentang kota berslogan Kota Beriman ini (kependekan dari Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman) dan punya julukan Kota Minyak.

Pertama, Balikpapan itu kota yang bersih. Hampir tiap tahun Balikpapan selalu ngegondol piala Adipura karena kebersihan kotanya. Jelas dong kalau saya juga ikut bangga...

Kedua, Balikpapan itu indah. Mau tau alasannya...? Monggo, silakan mampir kesini.

Ketiga, Balikpapan itu aman. Aman disini maksudnya aman dari demonstran anarkis, aman dari amang becak yang suka bikin macet jalan, dan aman dari debu plus polusi udara yang berlebihan. Hehheee...

Dan yang keempat, Balikpapan itu nyaman, Yah, setidaknya nyaman dalam beberapa hal.
  • Trotoar memang khusus disediakan buat pejalan kaki. Jadi para pedagang kaki lima harap mundur... terima kasih...

  • Yang suka kemana-mana pake angkotga perlu takut pulang kemalaman karena di kota ini masih banyak angkot yang berseliweran sampe jam 10 malam tanpa perlu ngerasa khawatir bakalan satu angkot sama preman jalanan. Fyi, preman di Balikpapan jarang naik angkot, hehee...

  • Di simpang empat pusat kota yang sudah bisa dipastikan selalu macet disediakan jembatan penyebrangan yang memanjakan penyebrang jalan dengan kondisinya yang terawat, bersih, lapang, dan minus gelandangan.

Gimana, nyaman kan?

Warning : yang hobi jalan kaki, sangat tidak dianjurkan menyalurkan hobi jalan kakinya di Balikpapan kalau ga pengen betisnya membengkak dalam itungan detik (landscape Balikpapan terdiri dari pegunungan)


Yah, sebenernya masih banyak sih yang mau saya bagi sama kalian tentang Balikpapan. Tapi karena saya lagi dikejar deadline dan demi menghindari tatapan maut si mba senior di seberang meja (saya heran kenapa senior selalu terkesan galak...), saya cukupkan sampai disini dulu (jiaahh... kek pidato Pak Lurah aja...). Selingan tentang kota kebanggaan saya ini mudah-mudahan bisa tetap saya selipkan di beberapa postingan saya berikutnya. Amiiinn....

Dan sekarang... saya sign out dulu...

Balikpapan, Kota Saya Tercinta

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 12:55 1 ocehan mereka
Saya hanya ingin memperlihatkan keindahan kota Balikpapan hari ini. Jadi selamat menikmati pemandangannya...

Kilang Minyak - Kebanggaan kota Balikpapan



Jalan Raya kota Balikpapan yang bersih



Kemegahan Kota Balikpapan

Balikpapan Kota Beriman

Apartemen Grand Sudirman

Taman Bekapai

Balikpapan Coal Terminal

Kilang Minyak Balikpapan


Eksotisme Pulau Tukung




Sisi lain Kota Balikpapan

Banua Patra

Batakan Beach House

Pantai Manggar

Melawai

Pantai Kemala Klandasan

Wilayah pemukiman saya (hehee...)

SMU Negeri 1 Balikpapan
(sekolah saya yang sampai sekarang tetap jadi favorit saya)




gambar diambil di : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=870622

4 November 2009

Catatan Semesta

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:51 0 ocehan mereka
Kalian yang ngaku suka baca buku, pasti sudah tau tentang salah satu buku inspiratif karangan Rhonda Byrne, The Secret. Bahkan mungkin yang ga terlalu suka baca buku juga tetap bisa mengenali buku yang satu ini karena sempat menjadi bestseller, dan mungkin sampai sekarang tetap menjadi bestseller.

But honestly, saya ga pernah baca The Secret dan sampai sekarang ga pernah tau isinya seperti apa. Apa saya kuper? Mungkin. Atau mungkin juga karena ternyata saya lebih tertarik pada buku inspiratif yang lain (yang menjadi bahan obrolan saya hari ini)

Saya ingat banget saat itu, tanggal 8 Mei 2008, hari kamis, jam setengah tiga siang, saya memasuki Gramedia dengan rencana matang di kepala saya. Membeli buku The Secret yang dihebohkan oleh pengamat buku dunia dan dicari oleh penikmat buku, dan berencana untuk melahap habis seluruh isinya sebelum saya menikmati makan malam saya.

Dan disanalah buku itu terpajang...
... tampak anggun tersusun di salah satu meja pajang dengan tulisan besar bestseller tergantung di atasnya, terlihat lebih bersinar dibandingkan buku-buku lainnya... okey, saya sudah terlalu berlebihan disini...

Dan tangan saya langsung menyambar salah satu The Secret dari atas meja, dan saya sudah berniat untuk berbalik ke meja kasir ketika tetangkap oleh mata saya buku lain yang terpajang rapi di rak buku tepat di samping meja bestseller.

Cover theme-nya lah yang menarik perhatian saya, dibuat sedikit mirip dengan cover theme The Secret. Nama penulisnya langsung menarik perhatian saya...

Mike Dooley.

Nama itu sepertinya ga asing buat saya
Saya baca judul bukunya...

Notes from The Universe : Pesan-Pesan Inspiratif dari Semesta


Dan kemudian saya tau dimana saya mengenal nama itu...

Dari beberapa referensi yang saya baca tentang The Secret, Mike Dooley adalah salah satu "guru" yang ikut tampil dalam The Secret. Dan entah kenapa, begitu membaca nama Mike Dooley, saya langsung "jatuh cinta" kepada penulis ini.

Sebuah buku dengan penulis yang menjadi salah satu kontributor untuk The Secret, buku yang sangat bestseller, jelas sekali saat itu saya sangat yakin kalau Notes from The Universe jauh lebih layak beli.

Jadi tanpa pikir dua kali lagi, saya langsung mengembalikan The Secret ke mejanya dan meraih Notes from The Universe yang masih terbungkus plastik, langsung membawanya ke meja kasir dengan harapan saya akan menikmati sebuah buku "keren".

Tapi yang saya peroleh ketika saya sudah sampai di kosan, ketika saya sudah mempersiapkan musik instrumen jazz untuk menemani acara membaca saya, dan ketika saya dengan tidak sabar membebaskan si buku dari kemasannya, adalah sedikit rasa kecewa.

Apa ini?
Kok isinya begini?
Kok sedikit banget tulisannya?

Ga ada bab, judul, ataupun sub judul dalam buku itu. Cuma pesan-pesan singkat di setiap halamannya, bahkan ada satu atau dua halaman yang hanya terdiri atas sebaris tulisan.

Saya ga pernah suka buku dengan sedikit tulisan. Ga ada kenikmatan dalam membaca, menurut saya.
Jadi dengan perasaan dongkol, saya membasmi buku itu justru dengan membacanya, dengan tujuan begitu saya selesai membaca semuanya, buku itu bisa saya campakkan begitu saja. Tapi ternyata, semakin saya membalik halaman, kedongkolan saya justru semakin berkurang, dan begitu sampai di akhir halaman buku ini, saya tersadar bahwa ternyata saya sudah membeli buku yang tepat untuk saya.

Ada beberapa pesan dalam buku ini yang sangat saya sukai. Ini salah satunya...

Tantangan-tantangan dalam hidup
tidak muncul begitu saja, betapapun kebetulan
tampaknya. Tantangan hanya tiba ketika kau sudah siap.
Bukan ketika kau sudah siap untuk diremukkan, tetapi
ketika kau sudah siap untuk tumbuh, mengatasi,
dan menjadi lebih besar daripada dirimu sebelum
mereka tiba.

Yang satu ini juga saya suka...

Hal yang baik
dari hal yang buruk adalah mereka membuka jalan
untuk hal-hal yang lebih baik lagi.

Dan juga...

Well, sebenernya hampir semua pesan "Semesta" dalam buku ini saya suka. Dan semakin sering saya membacanya, semakin dalam makna yang saya peroleh, seperti yang juga dikatakan oleh Mike Dooley tentang Notes from The Universe...
Segala sesuatu yang telah saya temukan tersisip rapi antara kalimat-kalimat buku ini, dan untuk pembaca yang bersemangat dan cermat, ada lebih banyak makna yang terkandung di dalamnya dibandingkan ketika Anda membacanya untuk pertama kali.
So, all I have to say is, ini adalah buku yang tepat untuk kalian yang ingin lebih memaknai hidup, atau menggunakan istilah Mike Dooley, "Semesta".

(Saat ini saya berharap bisa punya Notes from The Universe dalam versi Inggrisnya, mungkin maknanya akan lebih terasa)

1 November 2009

Award Pertama... horayy...!!

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:48 7 ocehan mereka
Kebiasaan saya setiap kali abis mosting adalah jalan-jalan ke blog tetangga. Eih ternyata saya sempat ketinggalan berita (secara udah tiga hari ini saya cuma numpang lewat aja ke blog mereka karena dibatasi waktu... jiaahhh...). Salah satu teman blogger, Mba Reni, tanggal 28 Oktober kemarin ternyata ngerayain ultah blognya yang pertama, Catatan Kecilku. Wuiihh... selamat ya mba...

Saya jadi kepikiran juga...
Soalnya masih perlu waktu sekitar 8 bulan lagi buat saya ngerayain ultah pertama blog saya. Masih lama... mengingat saya yang masih pendatang baru di dunia penulis ini...

Tapi seperti kata orang bijak...
sesuatu akan terasa lebih jauh apabila terlalu ditunggu
Jadi, just let it flow... The day will also come to me...

Dan ternyata lagi, saya juga dapat potongan kue ultah (award) dari Mba Reni. Makasih ya Mba, tau banget sih kalau saya suka kue tart... heheee...

Photobucket

Kalau udah gini, saya bener-bener ga sabar nih nunggu ultah blog saya yang pertama. Masih 8 bulan lagi...!! Hhuuhh...

S.O.S

Dicelotehkan oleh Si_Isna jam 11:29 7 ocehan mereka
Tolong saya... saya sedang dalam status memerlukan pertolongan, and for God sake I really need one...

Semuanya berawal sekitar lima tahun yang lalu. Saya yang dari dulu memang suka banget menumpahkan semua perenungan, pemikiran, pertanyaan, imajinasi, sumpah serapah, kedongkol... yah, pokoknya semua yang ada di pikiran saya ke dalam tulisan, pada akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah cerita panjang. Awalnya, saya berencana untuk menyebut karya (wannabe) saya ini sebagai sebuah novel, tapi saya ga yakin apa tulisan saya tersebut sudah masuk kategori novel atau belum, jadi saya putuskan untuk menyebutnya cerita panjang a.k.a cerpan... hehheee...

Singkat cerita, alur cerpan saya pun berjalan seperti yang sudah saya rencanakan, terus mengalir... hingga terkadang saya merasa seakan-akan juga ikut terseret masuk ke dalam cerita yang saya buat.

Tapi tiba-tiba tulisan saya mandeg di tengah jalan karena saat itu saya mulai bergabung sebagai penyiar di salah satu radio swasta di Banjarmasin. Saya terlalu asyik dengan kegiatan saya sampai-sampai cerpen saya pun terbengkalai.

Di tengah jalan, saya kepikiran lagi sama tuh cerpan. Apalagi saya dapat semangat dari Nuna, teman kos saya yang saat itu juga lagi getol-getolnya nulis novel pertamanya (kira-kira sekarang udah selesai belum ya novel dia...?? http://www.emocutez.com ).
Dan berlanjutlah proses tulis menulis cerpan sambil sesekali saya bertukar ide sama Nuna (yang jarang banget update blog-nya... grrr... http://www.emocutez.com )

Tapi lagi-lagi ide saya mandeg, padahal cerpan saya udah sampai ke konflik permasalahan. Kali ini dikarenakan saya harus konsentrasi sama skripsi saya. Bener-bener ga ada waktu lagi buat mikirin cerpan sementara saya saja juga harus nyempat-nyempatin ngerjain skripsi disela-sela pekerjaan (sekedar intermezzo : dulu saya kuliah sambil bekerja). Dan kembali, cerpan saya lagi-lagi terlupakan untuk semementara.

Tapi akhirnya saat-saat itu datang juga. Saya mengundurkan diri dari pekerjaan dan saya juga berhasil menyelesaikan kuliah saya. Saatnya untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai lima tahun yang lalu.

J.K. Rowling pernah bilang seperti ini...
untuk mendapatkan alur cerita yang bagus, cukup biarkan saja ia mengalir

Dan itulah yang saya lakukan. Saya biarkan alur cerpan saya terus mengalir, dan jujur aja, saat saya baca kembali, saya juga ga nyangka kalau cerpan saya itu terasa hidup banget (narsis mode on... hehhee...), sampai akhirnya saya menemukan masalah.

Saya terjebak oleh cerita saya sendiri.
Atau lebih tepatnya...
Saya jatuh cinta sama tokoh ciptaan saya sendiri...
Yang lebih gawat lagi, dia bukan pemeran utama dalam cerpan saya... yang berarti pada akhirnya dia diharuskan untuk kalah.
Tapi saya ga mau...
Saya mau dia yang menang...
Dan itulah permasalahannya sekarang.

Okey, sedikit gambaran, tema cerpan saya ini bisa dibilang standar banget. CINTA. Dan konfliknya juga klise banget. CINTA SEGITIGA. Satu wanita dengan dua pria. Saya ga bisa bilang siapa pemeran utama dan siapa pemeran pembantu dalam cerpan saya ini, karena gara-gara permasalahan yang saya alami, saya malah berniat untuk menukar peran mereka. Hihhiii...

Saya pengen seperti penulis-penulis yang laen. Saya pengen bisa profesional, menulis sebuah cerita tanpa terbawa perasaan. Tapi itu berat banget... http://www.emocutez.com

Makanya saya perlu bantuan kalian, siapa aja yang baca postingan ini, untuk bantu saya memilih siapa yang pantas jadi pemeran utama dan siapa yang jadi pemeran pembantunya.

Okey, let's start. Saya ibaratkan aja tampang salah satu pemerannya seperti ini...


Namanya Elmy.
Asli Indonesia.
Tinggi 185 cm, berat 69 kg.
Umur 25 tahun.
Agak angkuh, susah ngungkapin perasaan, tapi cinta mati sama Liz.

(Liz adalah pemeran utama wanita dalam cerpan saya...)

Dan lagi-lagi kita ibaratkan tampang pemeran yang lainnya seperti ini...


Namanya Nathan.
Keturunan Afrika-Inggris.
Tinggi 190 cm, berat 75 kg.
Umur 27 tahun.
Pendiam, protektif, dan diam-diam juga cinta mati sama Liz.

Dan di antara dua pria khayalan di atas, saya ternyata jatuh cinta sama salah satunya. Saya ga mau bilang yang mana, takutnya malah mempengaruhi pilihan kalian nantinya.

Jadi sekarang saya minta tolong, siapa pun yang baca postingan saya ini, kira-kira menurut kalian siapa di antara dua pria ini yang pantas pada akhirnya menjadi pemeran utama di cerpen saya. Atau setidaknya berhasil mendapatkan hatinya Liz lah (jiaaahhhh...)

Untuk lebih memudahkan kalian dalam memilih, saya juga kasih gambaran tentang Liz...


Namanya Liz (lengkapnya Listia).
Asli Indonesia juga.
Tinggi 175 cm, berat 58 kg.
Umur 24 tahun.
Pekerjaan : advertising planner
Modern, aktif, teguh pendirian, bodoh soal perasaannya sendiri...

Jadi... saya sudah kasih gambaran, dan saya bener-bener berterima kasih banget untuk kalian yang nyempat-nyempatin ngasih pendapat. Itu bener-bener membantu saya. Makasih... makasih... makasih...http://www.emocutez.com

5 November 2009

The Pride of My Hometown

Posted by Si_Isna at 13:01 3 comments
Let's talk about my hometown...

Iya, Balkpapan, kota kelahiran saya, dan yang seperti pernah saya bilang adalah tempat saya tumbuh besar dengan segala keabsurdan pikiran saya, yang tepaksa saya tinggalkan tujuh tahun yang lalu demi menuntut ilmu dan mengejar (atau mencari...?) karir.

Dan sekarang saya bener-bener kangen Balikpapan, pengen banget bisa balik kesana. Alasannya sudah cukup jelas. Disana tempat lahir beta... dibuai dibesarkan bunda... tempat ber... ehm, maaf... terbawa suasana...

Well, the point is, siapa sih yang ga kangen sama kampung halamannya...? Coba angkat tangan, saya pengen liat... ga ada kan...?

Jadi kalau ngomongin kota asal saya, banyak hal yang bikin saya bangga sama Balikpapan, sehingga kalau harus dituliskan satu persatu, kemungkinan besar saya bakalan tetap nangkring di depan kompi sampe bulan depan. Jadi kali ini saya cuma mau ngasih sedikit gambaran umum (yang oleh sebagian besar warga kota saya sendiri malah dianggap sepele) tentang kota berslogan Kota Beriman ini (kependekan dari Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman) dan punya julukan Kota Minyak.

Pertama, Balikpapan itu kota yang bersih. Hampir tiap tahun Balikpapan selalu ngegondol piala Adipura karena kebersihan kotanya. Jelas dong kalau saya juga ikut bangga...

Kedua, Balikpapan itu indah. Mau tau alasannya...? Monggo, silakan mampir kesini.

Ketiga, Balikpapan itu aman. Aman disini maksudnya aman dari demonstran anarkis, aman dari amang becak yang suka bikin macet jalan, dan aman dari debu plus polusi udara yang berlebihan. Hehheee...

Dan yang keempat, Balikpapan itu nyaman, Yah, setidaknya nyaman dalam beberapa hal.
  • Trotoar memang khusus disediakan buat pejalan kaki. Jadi para pedagang kaki lima harap mundur... terima kasih...

  • Yang suka kemana-mana pake angkotga perlu takut pulang kemalaman karena di kota ini masih banyak angkot yang berseliweran sampe jam 10 malam tanpa perlu ngerasa khawatir bakalan satu angkot sama preman jalanan. Fyi, preman di Balikpapan jarang naik angkot, hehee...

  • Di simpang empat pusat kota yang sudah bisa dipastikan selalu macet disediakan jembatan penyebrangan yang memanjakan penyebrang jalan dengan kondisinya yang terawat, bersih, lapang, dan minus gelandangan.

Gimana, nyaman kan?

Warning : yang hobi jalan kaki, sangat tidak dianjurkan menyalurkan hobi jalan kakinya di Balikpapan kalau ga pengen betisnya membengkak dalam itungan detik (landscape Balikpapan terdiri dari pegunungan)


Yah, sebenernya masih banyak sih yang mau saya bagi sama kalian tentang Balikpapan. Tapi karena saya lagi dikejar deadline dan demi menghindari tatapan maut si mba senior di seberang meja (saya heran kenapa senior selalu terkesan galak...), saya cukupkan sampai disini dulu (jiaahh... kek pidato Pak Lurah aja...). Selingan tentang kota kebanggaan saya ini mudah-mudahan bisa tetap saya selipkan di beberapa postingan saya berikutnya. Amiiinn....

Dan sekarang... saya sign out dulu...

Balikpapan, Kota Saya Tercinta

Posted by Si_Isna at 12:55 1 comments
Saya hanya ingin memperlihatkan keindahan kota Balikpapan hari ini. Jadi selamat menikmati pemandangannya...

Kilang Minyak - Kebanggaan kota Balikpapan



Jalan Raya kota Balikpapan yang bersih



Kemegahan Kota Balikpapan

Balikpapan Kota Beriman

Apartemen Grand Sudirman

Taman Bekapai

Balikpapan Coal Terminal

Kilang Minyak Balikpapan


Eksotisme Pulau Tukung




Sisi lain Kota Balikpapan

Banua Patra

Batakan Beach House

Pantai Manggar

Melawai

Pantai Kemala Klandasan

Wilayah pemukiman saya (hehee...)

SMU Negeri 1 Balikpapan
(sekolah saya yang sampai sekarang tetap jadi favorit saya)




gambar diambil di : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=870622

4 November 2009

Catatan Semesta

Posted by Si_Isna at 11:51 0 comments
Kalian yang ngaku suka baca buku, pasti sudah tau tentang salah satu buku inspiratif karangan Rhonda Byrne, The Secret. Bahkan mungkin yang ga terlalu suka baca buku juga tetap bisa mengenali buku yang satu ini karena sempat menjadi bestseller, dan mungkin sampai sekarang tetap menjadi bestseller.

But honestly, saya ga pernah baca The Secret dan sampai sekarang ga pernah tau isinya seperti apa. Apa saya kuper? Mungkin. Atau mungkin juga karena ternyata saya lebih tertarik pada buku inspiratif yang lain (yang menjadi bahan obrolan saya hari ini)

Saya ingat banget saat itu, tanggal 8 Mei 2008, hari kamis, jam setengah tiga siang, saya memasuki Gramedia dengan rencana matang di kepala saya. Membeli buku The Secret yang dihebohkan oleh pengamat buku dunia dan dicari oleh penikmat buku, dan berencana untuk melahap habis seluruh isinya sebelum saya menikmati makan malam saya.

Dan disanalah buku itu terpajang...
... tampak anggun tersusun di salah satu meja pajang dengan tulisan besar bestseller tergantung di atasnya, terlihat lebih bersinar dibandingkan buku-buku lainnya... okey, saya sudah terlalu berlebihan disini...

Dan tangan saya langsung menyambar salah satu The Secret dari atas meja, dan saya sudah berniat untuk berbalik ke meja kasir ketika tetangkap oleh mata saya buku lain yang terpajang rapi di rak buku tepat di samping meja bestseller.

Cover theme-nya lah yang menarik perhatian saya, dibuat sedikit mirip dengan cover theme The Secret. Nama penulisnya langsung menarik perhatian saya...

Mike Dooley.

Nama itu sepertinya ga asing buat saya
Saya baca judul bukunya...

Notes from The Universe : Pesan-Pesan Inspiratif dari Semesta


Dan kemudian saya tau dimana saya mengenal nama itu...

Dari beberapa referensi yang saya baca tentang The Secret, Mike Dooley adalah salah satu "guru" yang ikut tampil dalam The Secret. Dan entah kenapa, begitu membaca nama Mike Dooley, saya langsung "jatuh cinta" kepada penulis ini.

Sebuah buku dengan penulis yang menjadi salah satu kontributor untuk The Secret, buku yang sangat bestseller, jelas sekali saat itu saya sangat yakin kalau Notes from The Universe jauh lebih layak beli.

Jadi tanpa pikir dua kali lagi, saya langsung mengembalikan The Secret ke mejanya dan meraih Notes from The Universe yang masih terbungkus plastik, langsung membawanya ke meja kasir dengan harapan saya akan menikmati sebuah buku "keren".

Tapi yang saya peroleh ketika saya sudah sampai di kosan, ketika saya sudah mempersiapkan musik instrumen jazz untuk menemani acara membaca saya, dan ketika saya dengan tidak sabar membebaskan si buku dari kemasannya, adalah sedikit rasa kecewa.

Apa ini?
Kok isinya begini?
Kok sedikit banget tulisannya?

Ga ada bab, judul, ataupun sub judul dalam buku itu. Cuma pesan-pesan singkat di setiap halamannya, bahkan ada satu atau dua halaman yang hanya terdiri atas sebaris tulisan.

Saya ga pernah suka buku dengan sedikit tulisan. Ga ada kenikmatan dalam membaca, menurut saya.
Jadi dengan perasaan dongkol, saya membasmi buku itu justru dengan membacanya, dengan tujuan begitu saya selesai membaca semuanya, buku itu bisa saya campakkan begitu saja. Tapi ternyata, semakin saya membalik halaman, kedongkolan saya justru semakin berkurang, dan begitu sampai di akhir halaman buku ini, saya tersadar bahwa ternyata saya sudah membeli buku yang tepat untuk saya.

Ada beberapa pesan dalam buku ini yang sangat saya sukai. Ini salah satunya...

Tantangan-tantangan dalam hidup
tidak muncul begitu saja, betapapun kebetulan
tampaknya. Tantangan hanya tiba ketika kau sudah siap.
Bukan ketika kau sudah siap untuk diremukkan, tetapi
ketika kau sudah siap untuk tumbuh, mengatasi,
dan menjadi lebih besar daripada dirimu sebelum
mereka tiba.

Yang satu ini juga saya suka...

Hal yang baik
dari hal yang buruk adalah mereka membuka jalan
untuk hal-hal yang lebih baik lagi.

Dan juga...

Well, sebenernya hampir semua pesan "Semesta" dalam buku ini saya suka. Dan semakin sering saya membacanya, semakin dalam makna yang saya peroleh, seperti yang juga dikatakan oleh Mike Dooley tentang Notes from The Universe...
Segala sesuatu yang telah saya temukan tersisip rapi antara kalimat-kalimat buku ini, dan untuk pembaca yang bersemangat dan cermat, ada lebih banyak makna yang terkandung di dalamnya dibandingkan ketika Anda membacanya untuk pertama kali.
So, all I have to say is, ini adalah buku yang tepat untuk kalian yang ingin lebih memaknai hidup, atau menggunakan istilah Mike Dooley, "Semesta".

(Saat ini saya berharap bisa punya Notes from The Universe dalam versi Inggrisnya, mungkin maknanya akan lebih terasa)

1 November 2009

Award Pertama... horayy...!!

Posted by Si_Isna at 11:48 7 comments
Kebiasaan saya setiap kali abis mosting adalah jalan-jalan ke blog tetangga. Eih ternyata saya sempat ketinggalan berita (secara udah tiga hari ini saya cuma numpang lewat aja ke blog mereka karena dibatasi waktu... jiaahhh...). Salah satu teman blogger, Mba Reni, tanggal 28 Oktober kemarin ternyata ngerayain ultah blognya yang pertama, Catatan Kecilku. Wuiihh... selamat ya mba...

Saya jadi kepikiran juga...
Soalnya masih perlu waktu sekitar 8 bulan lagi buat saya ngerayain ultah pertama blog saya. Masih lama... mengingat saya yang masih pendatang baru di dunia penulis ini...

Tapi seperti kata orang bijak...
sesuatu akan terasa lebih jauh apabila terlalu ditunggu
Jadi, just let it flow... The day will also come to me...

Dan ternyata lagi, saya juga dapat potongan kue ultah (award) dari Mba Reni. Makasih ya Mba, tau banget sih kalau saya suka kue tart... heheee...

Photobucket

Kalau udah gini, saya bener-bener ga sabar nih nunggu ultah blog saya yang pertama. Masih 8 bulan lagi...!! Hhuuhh...

S.O.S

Posted by Si_Isna at 11:29 7 comments
Tolong saya... saya sedang dalam status memerlukan pertolongan, and for God sake I really need one...

Semuanya berawal sekitar lima tahun yang lalu. Saya yang dari dulu memang suka banget menumpahkan semua perenungan, pemikiran, pertanyaan, imajinasi, sumpah serapah, kedongkol... yah, pokoknya semua yang ada di pikiran saya ke dalam tulisan, pada akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah cerita panjang. Awalnya, saya berencana untuk menyebut karya (wannabe) saya ini sebagai sebuah novel, tapi saya ga yakin apa tulisan saya tersebut sudah masuk kategori novel atau belum, jadi saya putuskan untuk menyebutnya cerita panjang a.k.a cerpan... hehheee...

Singkat cerita, alur cerpan saya pun berjalan seperti yang sudah saya rencanakan, terus mengalir... hingga terkadang saya merasa seakan-akan juga ikut terseret masuk ke dalam cerita yang saya buat.

Tapi tiba-tiba tulisan saya mandeg di tengah jalan karena saat itu saya mulai bergabung sebagai penyiar di salah satu radio swasta di Banjarmasin. Saya terlalu asyik dengan kegiatan saya sampai-sampai cerpen saya pun terbengkalai.

Di tengah jalan, saya kepikiran lagi sama tuh cerpan. Apalagi saya dapat semangat dari Nuna, teman kos saya yang saat itu juga lagi getol-getolnya nulis novel pertamanya (kira-kira sekarang udah selesai belum ya novel dia...?? http://www.emocutez.com ).
Dan berlanjutlah proses tulis menulis cerpan sambil sesekali saya bertukar ide sama Nuna (yang jarang banget update blog-nya... grrr... http://www.emocutez.com )

Tapi lagi-lagi ide saya mandeg, padahal cerpan saya udah sampai ke konflik permasalahan. Kali ini dikarenakan saya harus konsentrasi sama skripsi saya. Bener-bener ga ada waktu lagi buat mikirin cerpan sementara saya saja juga harus nyempat-nyempatin ngerjain skripsi disela-sela pekerjaan (sekedar intermezzo : dulu saya kuliah sambil bekerja). Dan kembali, cerpan saya lagi-lagi terlupakan untuk semementara.

Tapi akhirnya saat-saat itu datang juga. Saya mengundurkan diri dari pekerjaan dan saya juga berhasil menyelesaikan kuliah saya. Saatnya untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai lima tahun yang lalu.

J.K. Rowling pernah bilang seperti ini...
untuk mendapatkan alur cerita yang bagus, cukup biarkan saja ia mengalir

Dan itulah yang saya lakukan. Saya biarkan alur cerpan saya terus mengalir, dan jujur aja, saat saya baca kembali, saya juga ga nyangka kalau cerpan saya itu terasa hidup banget (narsis mode on... hehhee...), sampai akhirnya saya menemukan masalah.

Saya terjebak oleh cerita saya sendiri.
Atau lebih tepatnya...
Saya jatuh cinta sama tokoh ciptaan saya sendiri...
Yang lebih gawat lagi, dia bukan pemeran utama dalam cerpan saya... yang berarti pada akhirnya dia diharuskan untuk kalah.
Tapi saya ga mau...
Saya mau dia yang menang...
Dan itulah permasalahannya sekarang.

Okey, sedikit gambaran, tema cerpan saya ini bisa dibilang standar banget. CINTA. Dan konfliknya juga klise banget. CINTA SEGITIGA. Satu wanita dengan dua pria. Saya ga bisa bilang siapa pemeran utama dan siapa pemeran pembantu dalam cerpan saya ini, karena gara-gara permasalahan yang saya alami, saya malah berniat untuk menukar peran mereka. Hihhiii...

Saya pengen seperti penulis-penulis yang laen. Saya pengen bisa profesional, menulis sebuah cerita tanpa terbawa perasaan. Tapi itu berat banget... http://www.emocutez.com

Makanya saya perlu bantuan kalian, siapa aja yang baca postingan ini, untuk bantu saya memilih siapa yang pantas jadi pemeran utama dan siapa yang jadi pemeran pembantunya.

Okey, let's start. Saya ibaratkan aja tampang salah satu pemerannya seperti ini...


Namanya Elmy.
Asli Indonesia.
Tinggi 185 cm, berat 69 kg.
Umur 25 tahun.
Agak angkuh, susah ngungkapin perasaan, tapi cinta mati sama Liz.

(Liz adalah pemeran utama wanita dalam cerpan saya...)

Dan lagi-lagi kita ibaratkan tampang pemeran yang lainnya seperti ini...


Namanya Nathan.
Keturunan Afrika-Inggris.
Tinggi 190 cm, berat 75 kg.
Umur 27 tahun.
Pendiam, protektif, dan diam-diam juga cinta mati sama Liz.

Dan di antara dua pria khayalan di atas, saya ternyata jatuh cinta sama salah satunya. Saya ga mau bilang yang mana, takutnya malah mempengaruhi pilihan kalian nantinya.

Jadi sekarang saya minta tolong, siapa pun yang baca postingan saya ini, kira-kira menurut kalian siapa di antara dua pria ini yang pantas pada akhirnya menjadi pemeran utama di cerpen saya. Atau setidaknya berhasil mendapatkan hatinya Liz lah (jiaaahhhh...)

Untuk lebih memudahkan kalian dalam memilih, saya juga kasih gambaran tentang Liz...


Namanya Liz (lengkapnya Listia).
Asli Indonesia juga.
Tinggi 175 cm, berat 58 kg.
Umur 24 tahun.
Pekerjaan : advertising planner
Modern, aktif, teguh pendirian, bodoh soal perasaannya sendiri...

Jadi... saya sudah kasih gambaran, dan saya bener-bener berterima kasih banget untuk kalian yang nyempat-nyempatin ngasih pendapat. Itu bener-bener membantu saya. Makasih... makasih... makasih...http://www.emocutez.com

My Blog List (testing what a long title looks like)

 
Blog Design by Template-Mama.